Ini Alasan Anwar Ibrahim Rangkap Jabatan Menteri Keuangan

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menunjuk dirinya sendiri sebagai Menteri Keuangan. (SMH)

RADARBEKASI.ID, MALAYSIA – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menunjuk dirinya sendiri sebagai Menteri Keuangan. Anwar Ibrahim mengambil peran tersebut dan memangkas gaji para menteri. Sekutu dan koalisi Anwar Ibrahim mengungkapkan alasannya.

“Ini karena keadaan luar biasa,” kata salah seorang koalisi Anwar Ibrahim, Rafizi Ramli.


Rafizi Ramli mengatakan PM Anwar Ibrahim juga menjadi menteri keuangan dalam keadaan darurat bukan aturan yang menetap. “Ini keputusan sulit karena diperlukan tindakan cepat,” ujarnya.

“Perdana Menteri Malaysia idealnya bukan orang yang memegang portofolio keuangan tetapi keadaan luar biasa membenarkannya dalam kasus Anwar Ibrahim,” kata Rafizi Ramli.


“Situasi saat ini penuh tekanan dan kami harus membuat keputusan itu, tetapi itu tidak berarti ini harus berlanjut,” katanya.

Dia mengatakan keadaan luar biasa ini terjadi ketika tidak ada satu pun koalisi yang memiliki mayoritas suara pemenang pemilu. Pada saat yang sama, kata dia, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat agar perekonomian negara pulih.

“Dalam pandangan saya, itu adalah keputusan yang sangat sulit untuk dibuat,” katanya.

Rafizi mengatakan kemungkinan setiap komponen pemerintah persatuan berusaha untuk memegang portofolio keuangan. “Bagi saya, perdana menteri cocok menjadi menteri keuangan dalam konteks ini, sehingga tidak ada masalah di antara koalisi,” sebutnya.

Keputusan Anwar untuk menjadi menteri keuangan telah menjadi sasaran kritik karena Pakatan Harapan telah berjanji dalam manifesto Pemilu 2018 bahwa perdana menteri tidak akan memegang portofolio keuangan dalam pemerintahannya. Perdana menteri terakhir yang memegang portofolio keuangan adalah Najib Razak. (jpc)