Tak Berizin, Tempat Penampungan Limbah Disegel

DISEGEL: Petugas gabungan dari Pemkot Bekasi serta kepolisian melakukan penyegelan tempat penampungan limbah dan rongsokan di Jalan Tenggiri Raya RW 004, Kayuringinjaya, Bekasi Selatan, Senin (5/12). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tempat penampungan limbah dan rongsokan di Jalan Tenggiri Raya RW 004, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, disegel Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi, Senin (5/12).

Sekretaris Distaru Kota Bekasi, Edison Effendi mengatakan, penyegelan di tempat penampungan limbah dan rongsokan dilakukan setelah Pengawas Distaru mendapatkan informasi tidak sesuai dengan peruntukannya.


”Info dari RT dan RW sekitar tidak sesuai peruntukkannya. Dan juga tempat tersebut tidak memiliki izin. Maka dilakukan penyegelan,” ungkap Edison kepada Radar Bekasi.

Lantaran warga tidak menerima, imbuh dia, mereka melaporkan ke RW setempat. Kemudian, bangunan yang ada pun tidak memiliki izin resmi.


Sebelum penyegelan dilakukan, Edison mengklaim pihaknya telah memanggil beberapa kali pemilik bangunan untuk segera mengurus perizinannya. Tetapi tidak diurus hingga panggilan ketiga.

“Ya karena panggilan kita tidak diindahkan, surat teguran juga sudah kita layangkan, hingga teguran ketiga. Maka hari ini kita segel tempatnya. Penyegelan kita lakukan bersama tiga pilar,” ucapnya.

Ia menyampaikan, pemilik juga mengaku bahwa dirinya belum ada izin. Dan dirinya juga menyampaikan ke depan pemilik harus mengurus izinnya agar dapat meneruskan usahanya.

Selain itu, penyegelan sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Izin Pemanfaatan Ruang dan Nomor 04 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.

Penyegelan akan berlangsung selama 14 hari ke depan, jika izinnya tidak juga dibuat tidak menutup kemungkinan bangunnya akan ditertibkan.

“Kita akan tunggu 14 hari ke depan. Kalau tidak ada izinnya kita akan panggil 3 kali setelah itu baru kita akan tertibkan,” tukasnya. (pay)