Proyek Pelebaran Jalan Serampangan, Dewan Meradang

ILUSTRASI: Warga melintas di Jalan Pangkalan II, yang belum dilakukan pelebaran. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proyek lanjutan pelebaran Jalan Pangkalan II, Sumurbatu Bantargebang Kota Bekasi menuai kritik. Pengerjaan dinilai serampangan karena beberapa kali membahayakan pengendara yang melintas.

Pasalnya, pembangunan drainase di dua sisi jalan membuat jalur menyempit dan tanpa ada pembatas, sehingga membuat kendaraan terjerembab.


Terbaru truk tronton bermuatan alat berat terjerembab di galian saluran tepat di tikungan Jalan Pangkalan II di RT 03/01 Sumurbatu Bantargebang. Kejadian itu membuat kemacetan panjang akibat ruas jalan ditutup karena tak bisa dilintasi.

Kendaraan dari arah TPA Sumur Batu terpaksa dialihkan lewat Jalan Macem. Sementara kendaraan dari Cikiwul harus memutar balik. Truk baru bisa dievakuasi malam hari. Belum lagi kejadian serupa terjadi di hari sebelumnya yang menimpa kendaran pribadi tepatnya di simpang Jalan Macem, Sumurbatu.


Kejadian itu membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kota Bekasi, Komarudin meradang. Ia mempertanyakan detail engineering design (DED) proyek yang terkesan serampangan.

Mengingat pembangunan saluran dan pelebaran jalan terkesan terburu-buru tidak mementingkan keamanan pengendara yang melintas.

“Pasti pemerintah memiliki detail engineering design tapi kenapa dibangun saluran air yang nempel banget sama bahu jalan,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (8/12).

Menindak lanjuti hal tersebut, anggota DPRD Dapil Bantargebang, Mustikajaya, Rawalumbu ini meminta kepada Plt Wali Kota Bekasi untuk melakukan monitoring proyek tersebut. Sebab menurutnya hal itu membahayakan warga.

“Saya sudah meminta agar Plt dalam hal ini melakukan monitoring, karena jika sampai ada warga saya yang kecelakaan karena itu saya tidak akan segan melakukan class action, karena ini menurut saya murni keteledoran dalam sistem pembangunannya,” jelasnya.

Proyek pelebaran jalan pangkalan II menyusul lokasi itu merupakan salah satu jalan lingkar luar kota Bekasi. Namun pihaknya menyoal pembangunan drainase yang dinilai justru akan mempersulit proses pelebaran jalan.

“Itu pelebaran jalan dasar hukumnya karena pangkalan II merupakan lingkar luar kota Bekasi, dan luncuran uangnya adalah untuk pelebaran jalan yang panjang pelebarannya adalah 1 Kilometer dan itu sudah selesai, tapi sangat disayangkan kenapa saluran air dibangun dekat sekali dengan bahu jalan,” terangnya.

Komar juga membenarkan berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan warga, sudah banyak kendaraan yang mengalami insiden akibat proyek serampangan tersebut. “Sudah banyak itu mobil yang kejeblos dan itu sangat membahayakan, ini harus ada antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan ataupun hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Dalam hal ini pihaknya berharap pemerintah dapat melakukan tindakan lebih cepat, supaya saluran air yang dibangun dekat dengan bahu jalan tidak menyebabkan kecelakaan lebih parah.

“Ini harus ada antisipasi apakah dikurangi jumlah pengendara dengan tonase besar, atau bagaimana ini harus dilakukan langkah karena saya tidak mau warga mengalami kecelakaan atas keteledoran dalam pembangunan ini,” pungkasnya. (dew)