BPBD Siagakan Relawan Antisipasi Bencana

ILUSTRASI: Personel gabungan dari tim medis, BPBD dan relawan kebencanaan ketika mengikuti apel antisipasi cauca ekstrem di Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba, masih perlu diwaspadai oleh warga Kabupaten Bekasi. Oleh karena itu, Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, bersama relawan penanggulangan bencana, selalu siap siaga dalam melakukan mitigasi bencana.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Ramah Tamah dan Kaleidoskop Penanggulangan Bencana Tahun 2022, yang berlangsung di Kantor BPBD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, akhir pekan lalu.


“Memang ada early warning mengenai cuaca ekstrem dan sebetulnya pemerintah juga sudah melakukan upaya untuk mengurangi potensinya dengan Teknologi Rekayasa Cuaca (TRC). Mudah-mudahan upaya ini efektif,” harap Dani.

Meski demikian, ia menyarankan agar seluruh jajarannya siap siaga terhadap bencana-bencana alam, yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi, seperti banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung.


“Alhamdulillah, tampaknya cukup terkendali, meski begitu kewaspadaan jangan sampai turun. Khususnya jika hujan sudah turun lebih dari satu jam, sebaiknya untuk kelompok yang rentan, baik itu anak-anak, lansia, difabel, agar segera dievakuasi ke tempat yang aman,” imbuhnya.

Selain itu, Dani juga menghimbau kepada seluruh camat di Kabupaten Bekasi, agar segera merespon peringatan dini jika terjadi bencana. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya bencana.

“Saya tetap instruksikan camat untuk piket walaupun pada hari libur, untuk bisa merespon peringatan dini kalau memang ada bencana. Tentunya semua pihak tidak ingin terjadi bencana, sehingga kewaspadaan tetap lebih utama,” terang Dani.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengaku pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah preventif untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Persiapan mitigasi bencana hidrometeorologi dilakukan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), dan sarana prasarana yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Bekasi.

Selain dari SDM, BPBD Kabupaten Bekasi telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) di 50 desa/kelurahan. Selain itu, para personel Destana dan Katana ini juga sudah mendapat pelatihan serta pendidikan terkait dengan penanggulangan bencana.

“BPBD Kabupaten Bekasi juga telah membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten,” ucap Muchlis.

Bahkan pihaknya telah membentuk Garda Mantap, yakni gabungan relawan yang terlatih dan profesional dalam penanggulangan bencana, dari 44 komunitas. (and)