Soal Ganjar dan Baznas Jateng, PDIP: Kasus Bantuan Bahan Koreksi

ILUSTRASI: Kader mengibarkan bendera PDIP. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Pemberian bantuan untuk kader PDIP oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan dana dari Baznas Jateng menuai polemik dan mendapat sorotan DPP Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDIP). Partai menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi.

Hal itu disampaikan politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno Minggu (1/1/2023). Menurut dia, wajar isu tersebut menuai kritik. Namun, selama rasional, kritik bisa jadi bahan perbaikan bagi Ganjar.


“Begitu ada masukan yang baik, yang bukan dibuat-buat atau mengada-ada, pasti akan dilakukan koreksi perbaikan,” ujar Hendrawan Supratikno dilansir dari Jawapos.com

Dia melanjutkan, Ganjar pasti akan mendengar kritik tersebut. Atas dasar itu, pihaknya menilai DPP PDIP belum perlu memberikan sanksi. “Percayalah, kader-kader PDIP punya mekanisme untuk perbaikan diri atau self-correcting mechanism,” imbuhnya.


Sikap tersebut karena PDIP termasuk partai yang konsisten memberikan pendidikan kepada kader. Sehingga memahami cara-cara menyelesaikan persoalan sebagai pejabat. “Sudah digembleng dalam kaderisasi dan paham soal nilai kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan,” jelasnya.

Hendrawan menambahkan, kasus itu juga harus menjadi pengingat para kader untuk lebih berhati-hati dalam bekerja. Satu kesalahan kecil akan dimanfaatkan oknum untuk kepentingan tertentu. “Menjelang tahun politik, kehati-hatian lebih sangat dibutuhkan,” terangnya.

BACA JUGA: Dikritik, Ganjar Tarik Bantuan Baznas untuk Kader PDIP

Sebelumnya, Ganjar menyebut bantuan rehab rumah kader PDIP itu direncanakan menggunakan dana pribadinya. Namun, saat di lokasi, ternyata Baznas ikut hadir dan akan membantu Rp 20 juta.

Menurut dia, karena banyak warga yang tidak setuju, maka dia meminta bantuan dari Baznas tak perlu diberikan. Ganjar menegaskan, hingga kini, bantuan dari Baznas juga belum cair. ’’Dana Baznas bisa dialihkan untuk membantu warga lain,’’ tuturnya pada Sabtu (31/12/2022).

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan, kader partai banteng yang menerima bantuan renov rumah itu juga merupakan masyarakat Jateng. Seluruh kader dan pengurus PDIP di Jateng memiliki status yang sama dengan masyarakat lain.

’’Mereka bagian dari anggota masyarakat Jateng yang dipimpin Pak Ganjar sebagai gubernur Jawa Tengah,’’ paparnya. (jpc)