Perjalanan Mudik Masih Dominan

ILUSTRASI: Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi ketika melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum momen mudik Nataru 2022 di Terminal Induk Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belum ada pergerakan arus balik setelah mudik natal dan tahun baru (Nataru) di Kota Bekasi. Pihak terminal Induk Kota Bekasi justru mencatat masih ada peningkatan penumpang ke sejumlah daerah.

“Dari hasil pemantauan per tanggal 1 kemarin belum terlihat ada peningkatan arus balik, justru peningkatan masih terlihat pada arus mudiknya. Sehingga dari hasil pemantauan masih banyak yang keluar dari pada yang masuk,” ujar Kepala Terminal Induk Kota Bekasi, Hermawan, kepada Radar Bekasi, Senin (2/1).


Momentum mudik Nataru tahun 2022 mengalami peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya di tengah badai Pandemi Covid-19.

“Dibandingkan dua tahun yang lalu peningkatan sudah terlihat, dari hasil pemantauan puncaknya yaitu pada tanggal 25 kemarin jumlah keberangkatan mencapai 1.767 penumpang,” terangnya.


Diakuinya tidak ada kenaikan harga tiket pada pelayanan kelas ekonomi, namun sesuai dengan kelas pelayanan seperti bisnis mengalami kenaikan 10 hingga 20 persen.

“Kalo untuk harga tiket normal buat ekonomi, tapi untuk pelayanan bisnis memang ada peningkatan harga 10-20 persen, itu tergantung pelayanannya sih,” jelasnya.

Selain harga tiket, pada momen Nataru kali ini tidak ada pembatasan jumlah penumpang, hanya saja penumpang harus tetap taat akan protokol kesehatan (Prokes).

“Kalau untuk pembatasan jumlah penumpang tidak ada, hanya kami himbau dan kami wajibkan prokes tetap harus dijaga salah satunya adalah penggunaan masker,” ucapnya.

Pihaknya memprediksi peningkatan arus balik akan terjadi pada Jumat (6/1) dan akan terus meningkat sampai dengan Minggu (8/1). “Sepertinya kami prediksi arus balik akan terlihat dari hari Jumat besok sampai dengan Minggu ini,” tambahnya.

Selain itu untuk mengantisipasi adanya peningkatan jumlah arus balik, pihak terminal telah melakukan kerjasama dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan juga pihak kepolisian.

“Kami sudah lakukan kerja sama untuk pemantauan selama 1X24 jam, baik untuk keamanan maupun arus lalu lintasnya,” pungkasnya. (dew)