Jembatan Cinta Sepi Pengunjung, Jasa Perahu Wisata dan Pedagang Nol Pendapatan

BERSANDAR: Sejumlah perahu bersandar di dermaga Jembatan Cinta Desa Segarajaya Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Selasa (3/1). Sepinya pengunjung wisata ini membuat jasa perahu wisata dan pedagang ikan tak memperoleh atau nol pendapatan. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jembatan Cinta di Desa Segarajaya Tarumajaya Kabupaten Bekasi sepi pengunjung karena cuaca buruk yang terjadi belakangan ini. Imbasnya, jasa perahu wisata dan pedagang ikan tak memperoleh atau nol pendapatan.

Pantauan Radar Bekasi, Selasa (3/1), sejumlah perahu wisata terparkir rapi di pinggir danau. Biasanya, perahu wisata membawa pengunjung berkeliling ke Sungai Jingkem Babelan. Sebagian pemiliknya bersantai di lokasi sambil menunggu pengunjung.


Mitun (35), pengemudi jasa perahu wisata di Jembatan Cinta mengaku, sejak 1 Januari 2023 sampai sekarang belum ada satupun yang tertarik naik perahu wisata. Akibatnya, Mitun belum meraup pendapatan sama sekali.

“Tahun baru tahun 2021 lalu saya bisa mendapatkan penghasilan bisa mencapai Rp800 ribu per hari. Kalau sekarang sama sekali nggak ada pemasukan,” ungkapnya di lokasi. Sepinya pengunjung, ungkap dia, karena cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.


Hal senada dikatakan pedagang ikan bakar, Agus (42). Ia mengatakan, sejak malam tahun baru sampai sekarang pengunjung sepi. Menurut Agus, sepinya pengunjung disebabkan karena cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

“Kemarin (tahun baru,Red) karena cuaca ekstrem nggak ada orang yang datang ke sini. Sepi banget,” ujarnya.

Rata-rata pedagang dikatakan Agus sudah menyiapkan banyak stok ikan lantaran diprediksi bakal ramai pengunjung. Apalagi, berdasarkan pengalaman sebelumnya pengunjung ramai meskipun adanya informasi cuaca ekstrem.

Bahkan, pedagang bisa meraup omset mencapai jutaan rupiah dalam per hari. Akibat sepinya pengunjung, banyak pedagang yang mengalami kerugian tak sedikit.

“Setiap tahun baru biasanya keuntungan mencapai Rp3 juta sampai Rp5 juta dalam sehari. Kalau sekarang malahan rugi, rata-rata di atas Rp5 juta,” ungkapnya. (pra)