Siswa di Kota Bekasi Diminta Tak Bawa Lato-lato ke Sekolah

ILUSTRASI: Sejumlah anak-anak bermain lato-lato di Kampung Paljaya Desa Segarajaya Tarumajaya Kabupaten Bekasi, belum lama ini. Siswa diminta tak membawa lato-lato ke sekolah. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI Siswa diminta tak membawa lato-lato ke sekolah. Sebab selain agar siswa dapat fokus beraktivitas di sekolah, permainan itu juga dianggap membahayakan.

Kepala SDN Jatimekar VI Kota Bekasi Agam mengungkapkan, saat upacara hari pertama pihaknya akan menyampaikan kepada siswa agar tidak membawa lato-lato ke sekolah.


“Saat memasuki hari pertama sekolah besok (hari ini,Red), saya akan mengimbau kepada siswa untuk tidak membawa alat bermain lato-lato,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (8/1).

Menurutnya imbauan untuk tidak membawa lato-lato agar siswa lebih fokus dalam berkegiatan di sekolah seperti belajar maupun berkomunikasi dengan temannya.


“Alangkah lebih baik jika di sekolah bisa lebih fokus dalam berkegiatan belajar,” ucapnya.

BACA JUGA: Lato-Lato Kembali Digandrungi Anak-anak, jadi Pilihan Permainan Agar Tidak Terpaku Gadget

Imbauan untuk tidak membawa lato-lato agar tidak membahayakan siswa lainnya. Mengingat permainan ini terdiri dari dua bola kecil dan padat berbahan plastik polimer.

“Lato-lato itu kalo kena tangan atau kepala lumayan juga sakitnya. Untuk meminimalisir adanya cedera pada anak-anak di sekolah, kami imbau untuk tidak membawa atau memainkan lato-lato di sekolah,” terangnya.

Apalagi, menurutnya, bagi siswa yang belum memiliki keahlian khusus dalam bermain lato-lato. Sehingga dikhawatirkan akan membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.

 

“Kalau yang sudah mahir mungkin aman, tapi kemungkinan terjadinya cedera masih tetap ada, apalagi yang belum mahir kami khawatir siswa akan terluka membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

Hal senada dikatakan oleh Kepala SDN Jatiasih X Kota Bekasi Sadiah. Dikatakannya, imbauan untuk tidak membawa lato-lato ke sekolah akan disampaikan secara perlahan kepada siswa.

“Imbauan secara perlahan akan saya sampaikan pada saat masuk sekolah nanti, kenapa perlahan karena saya tidak ingin langsung melarang sebab tidak dipungkiri permainan ini memang lagi trend sekali,” jelasnya.

Sekolah akan menginformasikan kepada siswa untuk bermain lato-lato pada saat di rumah. “Paling bahasanya anak-anak bisa bermain lato-lato saat di rumah saja, mengingat waktu istirahat sekolah juga tidak banyak. Jadi gunakan waktu istirahat untuk makan ataupun beristirahat saja,” tuturnya.

Sadiah mengaku, permainan lato-lato cukup baik untuk melatih motorik siswa. Namun memang sebaiknya permainan tersebut dapat dilakukan saat di rumah saja.

“Ketika di sekolah, siswa hanya fokus untuk belajar saja,” pungkasnya. (dew)