50 Persen Honorer K2 Daftar PPPK Teknis Tumbang, Ini Masalahnya

RADARBEKASI.ID, JAKARTA –  Hasil seleksi administrasi untuk Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPPK) teknis, belum menggembirakan. Hanya 50 persen PPPK teknis yang dinyatakan lolos saat diumumkan 12 Januari lalu.

Masih banyak honorer K2 gagal di seleksi administrasi PPPK teknis. Yang lolos pun belum bisa gembira, karena tantangannya berat sekali.


Dewan Pembina Forum Honorer K2 Tenaga Teknis Administrasi Nur Baitih mengungkapkan dari K2 yang mendaftar PPPK teknis, sekitar 50 persen lolos, sisanya tidak. Salah satu penyebabnya karena masalah sertifikat keahlian.

Dia mencontohkan, formasi tenaga pengadaan barang dan jasa. Banyak honorer K2 tidak lolos, karena sertifikat keahliannya bukan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


BACA JUGA: Minat Jadi PPPK Tenaga Teknis 2022 di BKN? Ini Link dan Jadwal Seleksinya

“Ini aturannya aneh sekali. Kalau melihat KepmenPAN-RB Nomor 970 Tahun 2022, untuk formasi pengadaan barang dan jasa, sertifikat keahliannya tidak harus dari LKPP,” kata Nur dilansir dari JPNN.com, Jumat (13/1/2023).

Lantaran tidak ada keharusan dari LKPP, lanjut Nur, formasi pengadaan barang dan jasa tidak mendapatkan tambahan nilai. Berbeda dengan jabatan lain diberikan tambahan nilai sesuai jenis kompetensinya.

Nur heran, banyak instansi yang mensyaratkan sertifikat keahlian dari LKPP. Akibatnya banyak honorer K2 tumbang.

“Teman-teman honorer K2 di Dinas Perhubungan, BMKG gagal di seleksi administrasi karena sertifikat itu,” ucapnya.

Pemda seakan-akan tidak peduli dengan regulasi yang dibuat pusat. Nur juga bertanya-tanya kok bisa KepmenPAN-RB 970/2022 kalah kuat dengan aturan masing-masing instansi.

“Teman-teman K2 harus menunggu jadwal menyanggahnya pada 16 Januari. Sembari menunggu, teman-teman bisa mengumpulkan data,” terangnya

Nur juga mengungkapkan honorer K2 yang lolos seleksi administrasi kebetulan formasi yang dilamar tidak minta sertifikat, sehingga aman.

Mereka masih harus bertarung dengan pelamar umum. Dia khawatir makin banyak honorer K2 tidak lulus.

Kondisi itu bukan menyelesaikan, tetapi dilematis buat honorer tenaga teknis. Nur mempertanyakan mengapa guru mendapatkan afirmasi kompetensi teknis, bahkan yang lulus passing grade seleksi PPPK 2021 cukup tes observasi.

Dia berharap dalam rekrutment PPPK 2023, ada kekhususan buat honorer K2 dengan tes melalui portofolio.

“Sistem pendaftarannya kan sudah sama persis dengan guru.  Semoga saja tes PPPK teknis cukup portofolio saja,” pungkasnya. (jpnn)