Lurah Jatirangga Ahmad Apandi Kembangkan Potensi Desa Berbasis Masyarakat

Lurah Jatirangga Ahmad Apandi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tidak hanya sekadar memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, pemerintah juga harus menyusun berbagai konsep untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, hingga potensi wilayah untuk terus berkembang. Upaya ini yang tengah dilakukan oleh Lurah Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Ahmad Apandi.

Dua tahun lalu, Kelurahan Jatirangga ditetapkan sebagai satu dari 125 desa kreatif binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), tepatnya di tahun 2021. Berbagai potensi wilayah telah dipetakan sebagai salah satu desa kreatif di Indonesia, diantaranya pengendalian warisan budaya, kegiatan adat, upacara, dan tradisi, serta kesenian. Konsep terbaru, Kelurahan Jatirangga berencana untuk mengembangkan potensi wisata di wilayah tersebut.


“Dari situ kita menyusun program, rencana kami dengan potensi yang ada, program yang akan kita buat untuk pengembangan desa kreatif,” kata Apandi.

Setelah menjadi desa kreatif binaan Kemenparekraf, Kelurahan Jatirangga juga diundang dalam Rakornas Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) di Bali beberapa waktu yang lalu.


Sebelumnya, Kelurahan Jatirangga telah mengembangkan beberapa program pemberdayaan masyarakat. Pertama, pembentukan komunitas kampung mandiri, pembentukan komunitas yang bekerjasama dengan koperasi ini bergerak di bidang pengembangan dan pemberdayaan UMKM.

Kominitas ini juga bergerak di bidang kemasyarakatan, seperti pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 hingga juara satu dalam perlombaan yang digelar oleh Bapelitbangda Kota Bekasi. Menjadi komunitas yang berkontribusi besar dalam pengentasan kemiskinan.

Program lain yang sudah berjalan saat itu, rumah kreatif yang juga bekerjasama dengan koperasi. Berbeda dengan kampung mandiri, rumah mandiri ini mewadahi karang taruna, dan siswa-siswi di wilayah Kelurahan Jatirangga.

“Dari dasar ini lah kita dilirik, karena kita punya rumah kreatif yang memang mendorong kreativitas warga di Jatirangga. Ini menjadi bahan presentasi kita di Kemenparekraf,” ungkapnya.

Berbagai kreativitas terus dikembangkan oleh Apandi, budaya lokal tidak lepas dari pantauan Apandi untuk mengembangkan wilayahnya, baik warisan budaya benda maupun tak benda.

Salah satu budaya yang telah ditetapkan sebagai warisan tak benda adalah tradisi Babaritan, oleh Provinsi Jawa Barat.

Upaya yang lain, Apandi juga memaksimalkan peran seluruh stakeholder untuk membangun Kelurahan Jatirangga. Selain dengan koperasi di lingkungannya, Apandi juga membangun kerjasama dengan perguruan tinggi.

Keterlibatan akademisi bertujuan untuk membantu warganya dalam pengembangan UMKM, melatih komunikasi dengan pengunjung yang datang ke Kelurahan Jatirangga, hingga membantu seluruh warganya untuk belajar dan peduli wisata.

“Kita memang grand designnya itu berharap 2025 kita mendeklarasikan sebagai desa wisata, sekarang kita sedang mempersiapkan sarana dan prasarananya,” tambahnya. (sur)

BIODATA

Ahmad Apandi
Lahir: Bekasi, 12 Januari 1988

Pendidikan
1. SDN Pamekar Sumur Batu (1999)
2. SMPN 27 Bekasi (2002)
3. SMA : Pesantren Modern Daarul Uluum Lido Bogor (2005)
4. IPDN Jatinangor (2009)
5. Magister Ilmu Administrasi Publik (UNKRIS) 2012

Organisasi:
Pengurus Osis SMP, Pramuka, Paskibra.
Ketua Forum Lurah Kota Bekasi
Ketua ADKI Kota Bekasi

Karier:
Pelaksana pada Bappeda (2010)
Ajudan Wakil Wali Kota Bekasi (2013)
Sekpri Wakil Wali Kota Bekasi (2015)
Sekretaris Kelurahan Jatiluhur (2016)
Lurah Jatirangga (2018 sd sekarang)