Waspada Sebaran Virus Hewan Ternak

Illustrasi : Petugas kesehatan hewan menyuntikkan vaksin PMK ke sapi, di Desa Cicau, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/6). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belum selesai persoalan penyakit mulut dan kuku (PMK) di kalangan peternak, belakangan muncul penyakit yang berpotensi mengganggu produktivitas ternak, yakni Lumpy Skin Disease (LSD).

Diketahui, LSD merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh Capripox Virus, termasuk family poxviridae, dikenal juga dengan nama neethling virus. Meski awal tahun ini, masih ditemukan sapi yang terjangkit virus PMK, namun untuk LSD Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Bekasi belum menemukan hewan ternak terjangkit virus tersebut.
.
“Kalau untuk LSD belum ada laporan kejadian,” kata Sekretaris DKP3 Kota Bekasi, Arif Supriyanto, Kamis (19/1).


Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian kegiatan untuk mendeteksi secara cepat. Sosialisasi dan edukasi kata Arif, sudah dilakukan kepada seluruh peternak untuk mengenali ciri-ciri hewan ternak yang terjangkit virus.

Para peternak diminta untuk segera melapor jika kesehatan hewan ternak terganggu.


“Kepada masyarakat, apabila ada hewan ternak yang menunjukkan gejala-gejala sakit dimohon segera melaporkan,” ungkapnya.

Awal tahun ini, ditemukan tujuh ekor sapi yang terjangkit virus PMK. Tiga ekor diantaranya ditemukan di wilayah Jatisampurna, disusul temuan empat ekor sapi di wilayah Bintara.

Ketujuh hewan ternak tersebut masih dalam penanganan tim dokter.
“Dilakukan treatment oleh tim dokter dan kesehatan hewan DKP3, yang tidak terjangkit kita beri vaksin hewan serta vitamin,” tambahnya. (sur)