Satu Tersangka Pembunuhan Berantai Kerap Mangkal

LAPAK DULOH: Sejumlah siswa SD berjalan di lapak pedagang yang sempat ditempati salah satu tersangka pembunuh berantai, Duloh untuk berjualan sehari-hari di depan SDN CIketing Udik III, Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (24/1). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sosok pelaku pembunuhan berantai, Solihin alias Duloh yang menewaskan satu keluarga di Bantargebang Kota Bekasi ternyata penjual es Cincau yang mangkal sehari-hari di depan SDN Ciketing Udik III, Bantargebang, Kota Bekasi.

Pelaku dikenal warga sekitar, lantaran lama berjualan es Cincau di depan SDN Ciketing Udik III, Bantargebang, Kota Bekasi sejak 2017.


Hal itu diungkapkan oleh Pedagang Cakwe, Narto (33) saat ditemui di Lapak daganganya di depan SDN Ciketing Udik III, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Selasa (24/1).

“Kalau saya meyakininya iya, namanya juga kan sama, saya taunya abah Soleh gatau kalau ada belakangnya Solihin, dia dagang disini sejak tahun 2017” ucapnya


Menurut Narto, usaha jualan es Cincau yang dilakoni Duloh lebih dulu ditekuni oleh salah satu anaknya, setelah itu baru diikuti Duloh dan anak-anaknya.

“Anaknya jualan Cincau juga, beda lokasi keliling cuma masih di sekitar sini (Bantargebang), anaknya tiga sama abah (Duloh) jadi ada empat gerobak” ungkapnya

Lanjut Narto dirinya tinggal disini bersama tiga anaknya di Jalan Pangkalan Dua, Rawa Tengah, Kota Bekasi.”Kalau disini dia tinggal disini sama anaknya 3, kalau istrinya di kampung,” ucapnya

Duloh dan keluarganya bisa dikatakan penguasa penjual es cincau di Kawasan Bantargebang, usahanya itu sudah cukup lama dijalankan

“Dia semua kalau disini (Bantargebang) , gak ada lagi yang jualan cincau selain dia setau saya,” kata Narto

Sosok Abah Soleh di mata pedagang dikenal ramah dan baik, “Kaget saya dengar kabar itu gak nyangka aja, orang biasanya disini juga ramah,” ucapnya

Lanjut Narto menceritakan, dagangan abah Soleh paling laris disini, berdagang mulai dari jam 09.00 sampai jam 15.00.

“Iya paling rame, kadang kalo cerita omsetnya banyak diatas Rp 300.000 bisa sampe Rp 500.000 sehari,” tuturnya

Sebelum kejadian, Narto menuturkan Solihin tidak berjualan selama seminggu lantaran pulang ke Cianjur

“Dia bilang mau pulang dulu, anaknya sakit, anak dan cucu, ya saya bilang yaudah bah tengokin dulu, saya juga bilang kan abah bisa nyembuhin,” cetusnya

Diketahui sebelumnya, Solihin alias Duloh menjadi serial killer alias pembunuh berantai bersama dua rekannya, Wowon alias Aki dan M Dede Solehudin.Sembilan orang menjadi korban tangan berdarah tiga serangkai itu yang mayoritas masih memiliki hubungan kerabat dan keluarga. (rez).