25 Anak Positif Campak Sembuh

GENDONG ANAK: Sejumlah orang tua menggendong anaknya saat berada di Kampung Ketapang, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (25/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, mencatat sepanjang tahun 2022 lalu, ada puluhan anak positif terpapar penyakit campak. Dari 243 anak yang diperiksa, 52 diantaranya positif campak.

Sedangkan 191 lainnya, negatif dari salah satu infeksi virus serius yang sering menyerang anak-anak tersebut. Diketahui, penyakit yang disebabkan oleh virus itu, menular melalui percikan ludah penderita pada saat batuk, bersin, dan bicara.


“Selama 2022, jumlah anak yang diperiksa sebanyak 243, lalu yang negatif 191, dan positif kena campak ada 52,” ujar Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi pada Dinkes Kabupaten Bekasi, Deni Budiman, kepada Radar Bekasi, Rabu (25/1).

Kata dia, gejala awal infeksi campak biasanya berupa batuk berdahak, pilek, demam tinggi dan mata merah. Campak atau disebut juga rubella, disebabkan oleh virus. Umumnya, gejala muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah tubuh terkena virus campak tersebut. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak dan bisa berakibat fatal. Namun, penyakit ini bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin.


Anak-anak mungkin juga memiliki bintik-bintik koplik (bintik-bintik merah kecil dengan pusat biru-putih) di dalam mulut sebelum ruam dimulai. Ruam kemudian akan muncul 3–5 hari setelah gejala awal dimulai. Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya, ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.

Lanjut Deni, kasus ini ditemukan berdasarkan laporan dari puskesmas. Karena memang ada tim surveilans yang melakukan tes kepada anak-anak yang diduga terkena campak.

“Kalau memang benar mengarah ke campak, kami ambil sampelnya. Lalu sampelnya dibawa ke laboratorium Biofarma Bandung, untuk pemeriksaan. Nanti yang menentukan apakah campak atau bukan, itu dari hasil laboratorium. Rata-rata yang terkena anak sekolah,” beber Deni.

Berdasarkan penelusuran, puluhan anak yang positif campak disebabkan karena belum imunisasi sebelumnya. Sebab dalam dua tahun belakangan pandemi Covid-19, sehingga tidak ada kegiatan imunisasi campak kepada anak-anak. Saat ini dirinya memastikan, 52 anak yang sempat positif penyakit campak sudah sehat kembali.

“Alhamdulilah, untuk sekarang kembali normal, karena sudah banyak imunisasi campak untuk bayi dan anak-anak sekolah,” ucapnya.

Untuk mencegah anak positif penyakit campak, Deni menyarankan untuk imunisasi campak-rubella sesuai jadwal pada usia 9 bulan dan 18 bulan, serta usia sekolah kelas 1 SD/sederajat. Makan-makanan bergizi, pemberian vitamin A pada anak dengan gejala Campak-Rubella. Jauhkan penderita dari ibu hamil. (pra)