Pedagang Bakso Kompak Buat Tabungan Umrah, Bermodal Toples Plastik, Sisihkan Keuntungan Berniaga

PROGRAM UMRAH: Anggota Paguyuban Pedagang Mie Ayam dan Bakso (Papmiso) Kota Bekasi ketika menerima celengan umrah, Rabu (25/1). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pergi ke tahan suci dan melaksanakan ibadah merupakan impian tiap muslim, termasuk umat muslim di Indonesia. Setiap muslim berupaya untuk mewujudkannya, termasuk ratusan pedagang bakso di Kota Bekasi. Toples plastik dimanfaatkan mereka sebagai celengan, menyisihkan keuntungan hasil berjualan untuk bisa pergi ke tanah suci.

Laporan : Surya Bagus
BEKASI UTARA


Ratusan pedagang mie ayam dan bakso berkumpul di Bekasi Utara. Satu per satu celengan umrah diterima oleh Anggota Paguyuban Pedagang Mie Ayam dan Bakso (Papmiso) Kota Bekasi umrah, Rabu (25/1).

Sekilas celengan umroh ini nampak sangat sederhana, hanya menggunakan toples plastik transparan, ditempel stiker bertuliskan tabungan umrah. Tapi, siapa sangka celengan sederhana ini menyimpan tujuan besar.


“Setiap warung dikasih celengan seperti ini untuk mereka nabung, tiap bulan nanti diambil sama petugas bank,” kata Ketua DPD Papmiso Kota Bekasi, Maryanto di sela-sela pertemuan bulanan DPD Papmiso Kota Bekasi kemarin.

Tabungan umrah ini kata dia, menjadi salah satu program DPD Papmiso Kota Bekasi. Selain tabungan umrah ini, sebelumnya DPD Papmiso telah melaksanakan beberapa program, salah satunya sertifikasi halal bagi pedagang bakso yang tergabung dalam Papmiso Kota Bekasi.

Lebih lanjut, program tabungan umrah tidak dijalankan sendiri oleh DPD Papmiso kota Bekasi, pihaknya menggandeng salah satu Bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sebagian keuntungan berniaga setiap harinya akan disimpan di dalam toples berlabel tabungan umroh tersebut. Dalam satu bulan, petugas bank akan datang ke tiap warung pedagang untuk menghimpun uang yang terkumpul.

Rekening tabungan umrah dibuat terpisah dari rekening pribadi tiap pedagang. Khusus rekening tabungan umrah ini, pedagang tidak bisa menarik tabungan sewaktu-waktu.

“Nanti dibuatkan rekening, tabungan itu tidak bisa diambil sewaktu-waktu, diambilnya nanti pada saat akan berangkat umrah,” tambahnya.

Inisiasi ini kata Maryanto, muncul karena tingginya biaya bagi umat muslim di Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah. Mempersiapkan biaya ibadah umroh dengan cara ini dinilai efektif, terutama bagi pada pedagang bakso untuk dapat mewujudkan mimpinya menjalankan ibadah umrah di tanah suci.

Catatan Radar Bekasi beberapa waktu lalu, biaya perjalanan ibadah umroh berkisar Rp28 juta. Besaran biaya ini merupakan biaya standar minimum setelah dikurangi biaya vaksin miningitis, di dapat dari salah satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Bekasi. (*)