Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Harga Tiket Merangkak Naik

Illustrasi : Pemudik membawa barang barang ke bagasi bus di Terminal Induk Kota Bekasi, Minggu (17/4). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Massa mudik semakin dekat, harga tiket bus di Bekasi mulai merangkak naik. Tarif bus ekonomi pada periode tertentu sesuai ketentuan Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditetapkan oleh pemerintah bisa dinaikkan.

Pengurus Perusahaan Otobus (PO) Ranau Indah, Soni Sasongko mengatakan bahwa perubahan tarif terjadi untuk bus kelas eksekutif. Kenaikan harga ini kata Soni, menyesuaikan periode lebaran dan layanan bus kepada penumpang bus dengan tujuan beberapa daerah di wilayah Sumatera.

“Lumayan untuk eksekutifnya Rp480 ribu, biasanya Rp280 ribu, kita sesuaikan saja,” katanya.

Pada H-12 menjelang lebaran kemarin, pesanan tiket untuk mudik sudah mulai ia terima. Namun, jumlahnya belum terlalu besar, serta diprediksi tidak akan melonjak tinggi. Salah satu alasannya kata Soni, adanya mudik gratis.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa waktu lalu memastikan tidak ada tambahan biaya atau tuslah untuk angkutan darat di kelas ekonomi. Sebagai informasi, tuslah merupakan tambahan biaya akibat lonjakan penumpang, biasanya diatur oleh pemerintah.

Pada periode tertentu seperti hari besar keagamaan, pengurus PO boleh menaikkan tarif bus kelas ekonomi sesuai dengan TBA yang telah diatur. Ketentuan ini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) nomor KP 218 tahun 2023, didalamnya mengatur Tarif dasar, Tarif Batas Bawah (TBB), dan TBA angkutan orang dalam trayek AKAP kelas ekonomi.

Mencegah adanya oknum memanfaatkan situasi ini, petugas Terminal Induk Bekasi telah melakukan serangkaian rapat koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk pengurus PO Bus. Hal ini dilakukan agar tidak ada pihak yang dirugikan selama periode Angkutan Lebaran (Angleb) tahun 2023.

“Jadi jangan sampai nanti ada yang dirugikan pada saat pelaksanaan Angleb ini. Satu sisi masyarakat membutuhkan, satu sisi ada oknum yang memanfaatkan,” kata Kepala Terminal Induk Bekasi, Hermawan.

Pihaknya telah mensosialisasikan kepada seluruh PO di lingkungan Terminal Induk Bekasi, bahwa tahun ini besar kemungkinan tidak ada tuslah. Hanya saja, ada TBB dan TBA yang bisa menjadi dasar tarif untuk bus kelas ekonomi.

Aturan ini tidak berlaku untuk bus kelas bisnis atau eksekutif. Tarif bus menyesuaikan pelayanan yang diberikan oleh tiap PO kepada penumpangnya.”Tapi untuk bisnis, eksekutif, itu sesuai dengan pelayanan yang diberikan saja,” tambahnya.

BPKH Siapkan Angkutan Balik Gratis

Sementara itu di saat sejumlah instansi menggelar angkutan mudik gratis, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengumumkan program angkutan balik gratis. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,6 miliar. BPKH memastikan dana untuk angkutan balik gratis tersebut tidak menggunakan dana haji.

Anggota BPKH Amri Yusuf mengatakan BPKH tidak hanya mengelola dana haji. Tetapi juga mengelola dana abadi umat (DAU). Dia menejaskan saat ini DAU yang mereka kelola mencapai Rp 3 triliun lebih. Dari dana tersebut, setiap tahun mengehasilkan nilai manfaat Rp 200 miliar lebih.

’’Hasil pengelolaan DAU ini yang digunakan untuk program-program kemaslahatan umat,’’ katanya. Termasuk kegiatan angkutan balik gratis dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jogjakarta menuju Jakarta. Dengan total armada 60 unit bus, jumlah peserta angkutan balik gratis diperkirakan mencapai 2.650 orang.

Amri mengatakan kegiatan angkutan balik gratis tersebut juga diisi sosialisasi pengelolaan dana haji dan pendaftaran haji bagi masyarakat. ’’Kita ingin sampaikan ke masyarakat daftar haji itu mudah dan murah,’’ katanya. Masyarakat bisa menabung mulai dari Rp 10 ribu per hari untuk ikut program tabung haji.

Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan mereka berupaya membuat program yang berbeda dengan instansi pada umumnya. ’’Seperti diketahui lembaga, kementerian, atau perusahaan sekarang ramai-ramai bikin angkutan mudik gratis,’’ katanya. Di satu sisi, para pekerja yang mudik, juga membutuhkan angkutan balik ke Jakarta untuk bekerja kembali.

Fadlul menyadari bahwa potensi pemudik tahun ini sangat besar. Yaitu mencapai 123 juta orang lebih. Pasalnya saat ini masyarakat berada di tengah uforia pasca dicabutnya status PPKM pada akhir 2022 lalu. (Sur/jpg)