RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Kota Bekasi yang akan mudik ke kampung halaman pada musim lebaran tahun ini bakal lebih tinggi ketimbang tiga tahun sebelumnya, diperkirakan mencapai 75 persen atau sekitar 1,8 juta warga. Selain mempersiapkan fasilitas bagi warganya yang akan mudik, Pemerintah Kota (Pemkot) juga harus mempersiapkan lalu lintas pemudik dari wilayah lain yang akan melintasi wilayah Kota Bekasi.
Sisa tujuan hari mulai besok pemerintah mempersiapkan segalanya untuk keperluan mudik, sebelum masuk waktu cuti bersama lebaran pada 19 April. Puncak arus mudik diprediksi terjadi mulai hari pertama cuti bersama, atau H-3 sebelum lebaran.
Kemarin, Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto bersama dengan jajarannya, serta Satlantas Polres Metro Bekasi Kota meninjau langsung ruas-ruas jalan yang akan dilalui oleh para pemudik dari arah Jakarta. Ada beberapa pintu masuk ke wilayah Kota Bekasi dari arah barat, diantaranya kawasan Kecamatan Pondok Gede, Medan Satria, dan Jatisampurna.
Salah satu ruas jalan yang menjadi favorit para pemudik dari arah barat adalah Jalan KH Noer Alie, menyusuri Kalimalang sampai ke pusat kota. Sepanjang ruas jalan ini, Tri melihat ada beberapa hal yang masih harus dioptimalkan, diantaranya penerangan jalan, sampai rekayasa manajemen lalu lintas.
“Kami berharap H-7, karena mulai ada kenaikan dari tanggal 18, 19. Oleh karena itu saya berharap pada saatnya nanti Kota Bekasi siap untuk menerima para pemudik yang akan bertujuan ke Kota Bekasi, maupun yang melintas Kota Bekasi,” katanya, Senin (10/4).
Ia memastikan jalan-jalan arteri telah diperbaiki oleh jajarannya di Pemkot Bekasi, dipersiapkan untuk dilalui para pemudik. Hanya saja masih perlu penyempurnaan di beberapa titik jalan yang didapati masih ada kerusakan, ditarget semu selesai pada H-7.
Pada masa mudik nanti, ia telah menyiapkan jajarannya untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik, termasuk dengan pendirian tujuh pos mudik di beberapa titik di Kota Bekasi. Sepekan lagi, Tri meminta warga yang berencana mudik untuk mempersiapkan kesehatan fisik hingga kendaraan.
Tahun ini, peningkatan warga Kota Bekasi yang akan mudik 50 sampai 75 persen. Dengan jumlah penduduk 2,4 juta, maka bisa diperkirakan ada 1,8 juta orang Kota Bekasi yang akan bergerak pada masa lebaran ini.”Tahun ini kurang lebih ada peningkatan hampir mungkin sekitar 50 sampai 75 persen warga masyarakat yang akan mudik,” tambahnya.
Selain di ruas-ruas jalan yang akan dilalui pemudik, persiapan matang juga dilakukan di terminal induk Bekasi. Ia meminta Kepala Terminal Induk Bekasi untuk mempersiapkan dengan matang arus kedatangan dan keberangkatan angkutan mudik, terutama bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan tujuan luar pulau Jawa yang kerap menemui kendala pada saat penyebrangan.
Selain itu, petugas terminal juga diminta untuk mengantisipasi calo tiket di area terminal. Untuk itu ia meminta masyarakat untuk tidak segan melapor kepada petugas, calo yang kedapatan akan diproses hukum jika memenuhi unsur pidana.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Agung Pitoyo Putro memprediksi peningkatan arus lalu lintas akan terlihat mulai H-4 sebelum lebaran. Skema lalu lintas tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasanya, dimana saat ini operasional Jalan M Hasibuan sudah berlaku untuk kendaraan dari arah barat menuju ke timur, berbeda dengan tahun lalu.
Ia juga memastikan ada tujuh pos yang akan berdiri selama masa mudik lebaran, terdiri dari pos pelayanan dan pos pengamanan.”Ada sebanyak tujuh titik lokasi, antara lain Sumber Artha, Harapan Indah, Giant (simpang pintu Tol Bekasi Barat), Jatisampurna, Terminal Bekasi, dan Stasiun Bekasi,” katanya.
Terpisah, Kepala Terminal Bekasi, Hermawan mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi dan rapat koordinasi terkait dengan persiapan angkutan lebaran. Selanjutnya, pemeriksaan armada bus juga telah dilakukan guna memastikan armada pada angkutan lebaran kali ini laik beroperasi.
Dari 106 armada bus yang diperiksa, ditemukan 50 persen tidak laik jalan. Diantaranya karena masa berlaku trayek habis, hingga kondisi fisik kendaraan seperti ban, kaca bus retak, hingga tidak tersedia apar.
Puluhan bus yang dinyatakan tidak laik tersebut dikembalikan ke Perusahaan Otobus (PO) untuk diperbaiki kondisi fisik hingga kelengkapan administrasinya sebelum masa angkutan lebaran dimulai pada H-7. Setelah dilakukan pengecekan langsung ke masing-masing PO kata Hermawan, bus yang didapati habis masa berlaku trayeknya tengah dalam proses perpanjangan.
“Sebelum nanti memasuki angkutan lebaran, ada jeda waktu untuk PO memperbaiki kendaraannya,” ungkapnya.
Total ada 303 armada bus yang dipersiapkan pada masa angkutan lebaran tahun ini, terdiri dari 253 bus reguler, ditambah 50 bus cadangan.
Lonjakan penumpang diprediksi terjadi pada tanggal 18 sampai 20 April mendatang. Berapa besar peningkatan penumpang tahun ini Hermawan belum bisa memastikan. Pasalnya, ada banyak program mudik gratis oleh pemerintah maupun swasta, hal ini akan mempengaruhi jumlah penumpang yang berangkat ke kampung halaman melalui terminal induk.
Selain itu, pengaspalan jalur bus di dalam area terminal telah dilakukan. Mulai dari pintu masuk terminal sampai ke pintu keluar.Dalam waktu dekat, hal-hal yang akan diperbaiki lainnya adalah ruang tunggu penumpang.”Juga nanti kita akan melakukan renovasi di ruang tunggu terminal, supaya lebih nyaman pengguna jasa terminal,” tambahnya.
Siapkan Rekayasa Lalin di Rest Area
Sementara Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Ery Nursatary menuturkan, dari prediksi 123,8 juta pemudik, 75 persen diantaranya diprediksi menggunakan transportasi darat. Dengan begitu otomatis memanfaatkan jalan tol. “Jalan tol menjafi primadona untuk mudik,” ujarnya.
Karena itulah disiapkan rekayasa lalu lintas di rest area. Sejak Januari dan Februari sudah dibahas agar permasalahan yang sama tidak terulang. Kementerian PUPR lantas melebarkan rest area, Korlantas dengan merakayasa lalu lintas di rest area. Yakni, membatasi waktu di rest area maksimal 30 menit. “Jadi tidak lama-lama di rest area dan bisa menimbulkan kepadatan,” tuturnya.
Menurutnya, bila rest area tidak diatur, maka kepadatan itu bisa merambat ke jalan tol. Hal tersebutlah yang terjadi pada arus mudik 2022. “Pemudik menumpuk di baju jalan untuk masuk ke rest area. Bahkan sampai dua lapis,” jelasnya dalam sebuah diskusi online kemarin.
Nantinya, pengelola rest area akan diminta memberikan pengumuman berkala. Agar pengemudi keluar rest area setelah 30 menit. Disiapkan juga petugas untuk mengingatkan para pengemudi. “Kasihan pengemudi lainnya yang menunggu mau istirahat juga,” paparnya. (Sur/jpg)











