RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan ruas jalan di Bekasi akan dilalui oleh para pemudik dari arah timur menuju ke arah barat, atau sebaliknya. Selain persimpangan, ada beberapa titik pekerjaan proyek yang belum selesai, dapat menimbulkan penumpukan kendaraan, menghambat arus lalu lintas.
Pada saat arus lalu lintas ramai, seperti pada masa mudik, kepadatan akan nampak di tiap persimpangan di Kota Bekasi. Kendaraan baik roda dua maupun roda empat berbaris menunggu warna hijau pada Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) menyala.
Sementara, pada hari ke enam sebelum puncak arus mudik ini, masih ada beberapa pekerjaan proyek di dua ruas jalan di Kota Bekasi yang belum rampung. Pekerjaan di dua ruas jalan tersebut termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN), IPA SPAM Jatiluhur.
Selama pekerjaan proyek beberapa waktu ini, kerap memicu penumpukan kendaraan pada jam sibuk.
Pekerjaan proyek diantaranya berada di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bekasi Barat, selama pekerjaan berlangsung sebagian ruas jalan hanya beroperasi satu ruas saja. Ruas jalan yang semula digunakan oleh pengemudi dari arah Bekasi menuju Jakarta, saat ini digunakan untuk dua arah Bekasi menuju Jakarta dan sebaliknya.
Saat memasuki area ini, kendaraan mengantri berpindah ruas.
Pekerjaan proyek IPA SPAM lainnya berada di Jalan Jenderal Sudirman, ada dua titik pekerjaan di ruas jalan tersebut. Area proyek memakan hampir separuh badan jalan di dua ruas, baik ruas jalan dari arah Bekasi Timur menuju Medan Satria, maupun sebaliknya.
Di ruas jalan Sudirman, pemudik dari arah Cakung dan Ujung Menteng akan bertemu, volume pengguna jalan akan bertambah besar ruas jalan ini.
Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Solikhin mengatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak pekerja proyek IPA SPAM. Pekerjaan di Jalan I Gusti Ngurah Rai disebut akan selesai pada 16 April 2023, tiga hari menjelang puncak arus mudik.
“Artinya H-7 (sebelum lebaran) sudah selesai,” katanya, Rabu (12/4).
Jika diberhentikan pekerjaannya kata Solikhin, tidak akan efektif mendukung kelancaran arus mudik. Awal pekan nanti, kedua ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai disebut akan kembali beroperasi.
Hal yang sama juga telah dikomunikasikan untuk pekerjaan di Jalan Jenderal Sudirman.
“SPAM nanti tanggal 16 mereka sudah selesai semua, sudah bisa dilalui, kami sudah komunikasikan,” ungkapnya.
Di Jalan Jenderal Sudirman juga, beberapa titik jalan yang rusak telah dikomunikasikan dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pada ruas jalan lain yang akan dilalui oleh pemudik dari arah Jakarta, yakni Jalan KH Noer Alie sisi utara, akan diberlakukan sistem satu arah, terutama di area Sumber Artha. Pekerjaan di Jalan KH Noer Alie Sisi Selatan ditarget selesai hari ini.
“Sumber Artha kita buat satu arah, untuk yang sisi selatan Kalimalang harusnya Kamis besok selesai,” tambahnya.
Sementara untuk ruas jalan lain, seperti Jalan Ir H Juanda, Hasibuan, hingga Chairil Anwar diklaim semua sudah dalam kondisi baik, siap untuk dilalui para pemudik.
Ruas jalan yang diprediksi paling ramai dilalui pemudik adalah Jalan KH Noer Alie, ruas jalan ini disebut sebagai jalan favorit bagi para pemudik. Keluar dari Jalan KH Noer Alie, pemudik akan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Hasibuan kemudian Jalan Chairil Anwar, atau Jalan Ahmad Yani kemudian Jalan Cut Mutia terus menuju Jalan Ir H Juanda hingga ke perbatasan Kabupaten Bekasi.
Terkait dengan APILL di berbagai persimpangan di Kota Bekasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mulai mengatur kebutuhan waktu di tiap persimpangan mulai H-10 sebelum lebaran.
“Pengaturan penyesuaian siklus dan kebutuhan waktu hijau di persimpangan akan kami lakukan di masa penyelenggaraan angkutan lebaran, di H-10 sampai dengan H+10,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto.
Persiapan infrastruktur jalan bagi para pemudik harus benar-benar dipastikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Sebelum puncak arus mudik tiba, ruas-ruas jalan yang rusak harus segera diperbaiki.
“Pemkot juga harus mengantisipasi lah mudik ini biar aman, jangan sampai terganggu terkait masalah perjalanan,” ungkap Anggota DPRD Kota Bekasi, Sholihin.
Terkait dengan pekerjaan proyek IPA SPAM yang diketahui merupakan PSN, ia mendorong untuk ruas jalan yang menjadi lokasi proyek segera diperbaiki. Kerja cepat untuk mempersiapkan ruas jalan diperlukan saat ini lantaran masa mudik sudah tinggal hitungan hari.
“Harus segera selesai, tinggal lima hari lagi orang mudik ini, selesai lah,” tambahnya.
Peran pemerintah pusat hingga daerah memang diperlukan untuk melancarkan arus mudik. Diketahui, baik di Wilayah Kota maupun Kabupaten Bekasi terdapat ruas jalan yang kewenangannya berada di pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten Kota, ruas jalan tersebut akan dilalui oleh para pemudik.
Sementara itu, sejumlah titik di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang maupun pantura bakal menjadi simpul-simpul kemacetan pada saat mudik lebaran 2023. Dimana, simpul-simpul kemacetan tersebut disebabkan karena beberapa persoalan, seperti di Jalan Raya Sultan Hasanudin Tambun Selatan. Di jalan tersebut banyaknya pertigaan yang menjadi simpul kemacetan, kemudian adanya pasar diruas jalam tersebut, yang menambah semerautnya kondisi jalan tersebut.
Lalu Jalan Raya Teuku Umar Cibitung, di titik jalan ini kemacetan kerap terjadi karena pengerjaan revitalisasi Pasar Induk Cibitung yang belum selesai, sehingga mobil-mobil sayuran, buahan, maupun para pembeli harus ngantri untuk masuk ke dalam pasar. Alhasil itu berdampak kepada para pengendara yang melintas di jalan tersebut.
Kemudian titik kemacetan selanjutnya di Jalan Jendral Urip Sumoharjo Cikarang Utara. Karena adanya traffic light di jalan tersebut, ditambah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memenuhi ruas jalan pada saat malam hari. Sementara untuk simpul kemacetan di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang, pertama di lampu merah legenda Tambun Selatan, Perempatan Jarakosta Cikarang Barat, karena perbaikan jalan yang belum selesai.
Untuk mempelancar jalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mempercepat pembangunan perbaikan jalan Kalimalang. Memasuki H-10 Hari Raya Idul Fitri Dinas Sumber Daya Air, Binamarga dan Binakontruksi menambah alat serta pekerja.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Binamarga dan Binakontruksi Henri Linconl. Kepada Radar Bekasi ia menyampaikan, awalnya target H-10 bisa terselesaikan. Hanya saja karena kondisi cuaca kurang mendukung lantaran turunnya hujan. Ada keterlambatan.
“Jumlahnya lumayan perbaikan yang akan dilakukan mencapai 139 titik. Jadi harus menambah alat serta pekerja,”ucapnya.
Kata Henri, sesuai rapat bersama tim operasi ketupat bersama pihak pihak lain. Unsur Komunikasi Daerah Kabupaten Bekasi diprediksi arus mudik mulai berjalan H-7. Hanya saja belum terlalu banyak.
Namun diprediksi kepadatan lalu lintas kemungkinan puncak arus mudik bisa H-3 menjelang lebaran.
“Untuk persipan arus mudik memang ada beberapa unsur. Hanya saja untuk masalah infstruktur menjadi tanggung jawab kami. Terutam kondisi jalan yang baik tanpa kerusakan,”ucapnya.
Lanjut Henri, kondisi Kalimalang memang banyak yang rusak. Selain itu kontur tanah dibeberapa ruas yang kurang stabil. Oleh sebab itu pihaknya menggunakan cara untuk membongkar seluruh kontruksi yang rusak. Lalu dipasang kembali dengan beton yang lebih baik.(Sur/pr











