Berita Bekasi Nomor Satu

Kursi CJH Sisa 42 Ribu, Pelunasan Terakhir Besok

Ilustrasi. Petugas memeriksa dokumen kelengkapan CJH Indonesia di Asrama Haji Pondokgede. Foto dok.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Masa pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2023 ditutup besok, Jumat (5/4/2023). Sejak dibuka 11 April lalu, masih banyak calon jemaah haji (CJH) porsi pemberangkatan tahun ini yang belum melunasi ongkos haji.

Dilansir dari Jawa Pos (Radarbekasi.id Group), sampai penutupan kemarin, Rabu (3/5/2023), masih ada 42.148 sisa kursi haji reguler.

Perinciannya, 26.311 sisa kursi jemaah berhak lunas, 5.034 kursi jemaah prioritas lansia, 1.250 sisa kursi petugas haji daerah, dan 392 kursi petugas KBIHU. Selain itu, ada 9.161 sisa kursi jemaah cadangan.

BACA JUGA: Pernah Ambil Biaya Pelunasan, Segini Kewajiban yang Harus Dibayar Jemaah Haji Lunas Tunda 2020-2022

Ditilik di tingkat provinsi, sisa kursi paling banyak ada di Jawa Timur, yakni 5.678 kursi (17,19 persen). Disusul Jawa Barat (5.080) dan Jawa Tengah (3.074). Namun, secara persentase, sisa kursi paling besar ada di DKI Jakarta, yaitu 22,38 persen atau 1.666 kursi.

Ketua Harian Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) Arta Hanif berharap kuota haji reguler terserap semuanya.

”Tetapi, kalau tidak terserap, kami para PIHK siap memberangkatkan,” tuturnya.

BACA JUGA: Tak Perlu Pakai DP, Semua Hotel di Makkah Siap Pakai untuk Haji

Menurut informasi yang dia terima, besar kemungkinan tahun ini sisa kursi atau CJH reguler yang tidak melunasi BPIH cukup banyak. Di antaranya disebabkan faktor ekonomi. Khususnya karena nilai pelunasan haji tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu.

Seperti diketahui, tahun ini CJH reguler rata-rata harus melunasi biaya haji Rp 24 jutaan. Sebab, total biaya haji yang ditanggung jemaah sebesar hampir Rp 50 juta/orang. Untuk diketahui, saat daftar haji, jemaah wajib setor uang muka Rp 25 juta.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief optimistis kuota haji reguler maupun khusus bisa terserap seluruhnya.

BACA JUGA: Calon Haji Bekasi Pilih Mundur

Apalagi, Kemenag juga membuka kuota cadangan. Tujuannya, mengisi jika masih ada sisa kuota haji.

Soal usulan skema pelimpahan sisa kuota haji reguler menjadi haji khusus, dia tidak menolaknya. Namun, Hilman menegaskan bahwa skema tersebut belum diatur undang-undang. (jpc)