Berita Bekasi Nomor Satu

Wacanakan Ganti Sumber Air Baku

ILUSTRASI : Petugas berjalan di depan Kantor Perumda Tirta Patriot di Jalan Perjuangan, Margamulya, Bekasi Utara, beberapa waktu lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pindah sumber air baku dinilai menjadi solusi jangka panjang bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot. Beberapa waktu lalu, produksi air bersih sempat terganggu akibat air Kali Bekasi tercemar, hal serupa diketahui berulang dalam beberapa tahun terakhir.

Upaya untuk menggunakan air Kalimalang menggantikan air Kali Bekasi sebagai sumber air baku tengah dilakukan. Dari sisi kualitas air baku dan jaminan mutu, air Kalimalang lebih baik dibandingkan Kali Bekasi.

Serangkaian upaya sudah dilakukan, diantaranya dengan menggelar rapat bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Perum Jasa Tirta (PJT) II.

“Secara operasi sepertinya aman, bisa, tinggal izinnya kan di BBWS,” kata Dirut Perumda Tirta Patriot, Imam Ali Faryadi, Senin (21/8).

Rencananya mereka akan melakukan pertemuan berikutnya bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang dijadwalkan pekan ini. Jika diberikan izin, Perumda Tirta Patriot dapat menggunakan air Kalimalang sebagai sumber air baku.

Mengganti sumber air baku ini kata Imam, merupakan solusi jangka panjang atas pencemaran yang terjadi di Kali Bekasi. Sementara untuk solusi jangka pendek selama air Kali Bekasi tercemar, pihaknya telah membuat skema dengan cara menurunkan tekanan air dari 4,5 bar menjadi 3,5 sampai 3 bar.

“Artinya ini solusi jangka panjang, kalau jangka pendek kita sudah bikin skema yang tadi. Artinya kita tetap bisa melayani lah walaupun masih ada air limbah,” ungkapnya.

Produksi air sempat terganggu akhir pekan kedua bulan Agustus kemarin, disebabkan air Kali Bekasi tidak bisa diproduksi lantaran tercemar limbah. Setelah mendapat pasokan air Kalimalang, produksi kembali bisa dilakukan meskipun belum normal.

Dalam kondisi normal, Perumda Tirta Patriot memerlukan air baku 6 kubik untuk memproduksi air bersih 560 liter per detik (lps). Kualitas dan produksi air bersih disebut sudah berangsur normal pekan kemarin.

Meskipun demikian, pihaknya tetap meminta pasokan sumber air baku dari Kalimalang.

“Alhamdulillah dari masalah (pencemaran) itu sampai sekarang normal. Tapi kita tetap jaga-jaga, saya minta ke PJT II air Kalimalang tetap masuk,” tambahnya. (sur)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin