Berita Bekasi Nomor Satu

Satu Pasien DBD Meninggal Dunia

ILUSTRASI: Petugas PMI melakukan fogging di kawasan Mustikajaya Kota Bekasi, belum lama ini. Memasuki musim kemarau masyarakat dimbau untuk jadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di lingkungan. DOK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi mencatat ada satu pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang Picu.

Pasien kategori anak-anak ini dinilai terlambat mendapat rujukan ke RSUD sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang Picu namun akhirnya tidak tertolong.

“Data yang kemarin, ada yang meninggal dunia. Saat ini kita masih merawat enam pasien ya kemudian ada pasien DSS ya DBD yang sudah parah dan ada keterlambatan rujuk, sehingga masuk ke ruang anak-anak atau Picu itu ada satu pasien yang tidak tertolong dan meninggal dunia,” ujar Direktur RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, Kamis (24/8).

Padahal saat ini kasus DBD diklaim mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya di bulan yang sama. “Data yang kami dapat pada bulan Juni, Juli dan juga Agustus baru 148 pasien yang dirawat dengan positif demam berdarah, dibandingkan tahun lalu ada penurunan yang signifikan sekitar 33 persen,” ungkap dia.

Menurutnya jika dibandingkan dengan tahun lalu di bulan yang sama hampir 463 pasien yang di rawat di RSUD dr Chasbullah Abdul Madjid (CAM) Kota Bekasi.

Kusnanto menerangkan, jumlah pasien DBD didominasi oleh anak anak karena kekebelan imunitasnya belum terbentuk berbeda dengan yang sudah dewasa. “Rata-rata si anak-anak, karena imunitas yang masih terus terbangun,” ucapnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat mengenali gejala DBD sehingga penanganan lebih cepat dilakukan dengan pemeriksaan darah dan uji laboratorium.

“Jadi demam, sakit kepala hebat dan rasa mual. Nah untuk memastikan itu ada masa inkubasi masa DBD ini dan untuk memastikan harus di laboratorium pengecekan darah untuk memastikan dia DBD ataupun malaria ataupun penyakit demam biasa,” tambahnya.

Dirinya menghimbau, agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari serangan nyamuk DBD.

“Himbauan juga kepada masyarakat selalu menjaga kebersihan dan juga tempat-tempat lembab harus dibersihkan, ini kan cuacanya panas yang cukup ekstrim ini memudahkan nyamuk berkembang biak dengan cepat,” tukasnya.(rez)