RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Bantargebang-Setu tepatnya di Taman Padurenan, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Akibat insiden itu satu balita yang tengah bermain mengalami luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.
Kanit lantas Polsek Bantargebang Iptu Suradi menjelaskan, pengemudi minibus yang dikendarai H (31) hendak memutar balik usai membeli makanan di seberang taman Jum’at (1/9).
Lalu lintas yang padat membuat pengemudi kesulitan mengendalikan kendaraannya. Saat memutar H berusaha menghindari motor yang melintas, namun bukanya rem yang diinjak justru pedal gas. Kondisi itu membuat mobil tak terkendali hingga masuk ke area taman dan mengenai seorang balita. Mobil baru berhenti setelah menabrak tembok pinggir lapangan.
“Iya dia mau muter balik, bablas, informasi mau ada motor bablas , mau nginjek rem jadi nginjek gas, jadi nabrak taman, langsung nabrak pager udah langsung terjun ke lapangan itu, nabrak tembok itu langsung berhenti,” kata Suradi saat dihubungi wartawan, Minggu (3/9).
Dua orang yang ada di dalam mobil kata Suradi tidak mengalami luka dan mobil hanya rusak di bagian depan.
“Kerusakan bagian depan aja, itu karena benturan tembok dan gak ada yang rusak, dan masih bisa jalan,” jelasnya.
Adapun korban seorang balita, lanjut Suradi, mengalami luka di bagian kaki dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi untuk penanganan lebih lanjut. “Bagian kaki. Kalau patah kita gak tahu, luka di bagian kaki,” bebernya.
Kejadian itu sempat menarik perhatian warga, banyaknya massa membuat pengendara mobil mengamankan diri dan menyambangi polsek.
“Enggak itu, dia langsung mengamankan diri, takut karena masa banyak, dia pulang ke rumah, lalu ke Polsek,” katanya.
Saat ini, imbuh Suradi, kasus sedang dalam pemeriksaan dan di tangani Polres Metro Bekasi Kota.
“Pengemudi saya serahkan ke Polres, luka dibawa ke RSUD Kota Bekasi, Status masih baru dalam rangka pemeriksaan aja,” ungkapnya
Suradi menilai, kondisi taman di kawasan tersebut berbahaya bagi anak-anak dan tidak layak, karena posisi taman persis berada di sisi jalan tanpa ada pagar pembatas.
“Saya juga koreksi ke lurah nya, pak, taman ini tidak layak, nggak ada median harus sepadan berapa meter, 12 meter itu, kecuali di tembok, pintu masuknya di lapangan boleh lah,” jelas dia. (rez)











