Berita Bekasi Nomor Satu

Dinas Ketapang Kabupaten Bekasi Kehabisan Stok Beras CPPD

BERAS PEMERINTAH: Warga menggendong beras yang diberikan sebagai bantuan dari CPPD di Kantor Desa Ciantra Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Rabu (18/10). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bekasi kehabisan stok beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) 2023. Kondisi itu disebabkan oleh musim kemarau yang sangat berkepanjangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa musim kemarau pada Oktober ini merupakan tahap awal. Fenomena El-nino yang terjadi sejak Juli lalu diprediksi BMKG akan berakhir pada Maret 2024.

Di Kabupaten Bekasi berdasarkan data Dinas Pertanian setempat, lahan pertanian yang terdampak kekeringan seluas 3.540 hektare dari luas pertanaman 23.463 hektare.

Kepala Dinas Ketapang Kabupaten Bekasi, Abdur Rofiq, mengatakan bahwa stok beras CPPD 2023 Pemerintah Kabupaten Bekasi sebanyak 90 ton. Hingga Oktober ini, cadangan beras itu telah habis.

“Untuk 2023 ini, sudah habis yang 90 ton. Kita dulu memprediksi itu cadangan pangan itu sampai November, tapi sekarang Oktober itu cadangan pangan sudah tersalurkan,” ujar Rofiq usai memperingati Hari Pangan Sedunia di Kantor Desa Ciantra Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Rabu (18/10).

Ia menjelaskan, permintaan cadangan beras saat musim kemarau tahun ini sangat signifikan. Ia berencana akan menambah CPPD itu pada APBD Perubahan 2023.

Menurutnya, cadangan pangan itu diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi kepada masyarakat yang masuk ke dalam kategori FSVA (Food Security and Vulnerability Atlas) atau peta ketahanan dan kerentanan pangan.

Selain itu, stok beras juga diberikan kepada masyarakat terdampak bencana, baik kekeringan maupun banjir yang kerap melanda Kabupaten Bekasi. Sedangkan guna mengantisipasi kekurangan stok cadangan beras, pada 2024 mendatang pihaknya akan menambah cadangan beras menjadi 100 ton.

“Nah nanti untuk 2024 kita sudah cadangkan pangan 100 ton beras. Kalau cadangan Pemkab ini adalah cadangan yang dikeluarkan kepada masyarakat apabila masyarakat itu masuk dalam kategori FSVA atau ada musibah seperti bencana kekeringan itu kita sasar. Nanti desa bisa mengajukan cadangan beras kepada bupati Bekasi,” tambahnya.

Saat ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mengandalkan beras sebagai makanan pokok. Selain beras, masyarakat diminta dapat mencoba makanan lokal seperti singkong dan umbi-umbian sebagai pengganti beras. Makanan lokal itu juga masuk Dalam Cadangan Pangan Pemerintah Daerah.

“Sebetulnya ada beberapa bahan pokok makanan lokal seperti singkong sudah kita bagikan di masyarakat cikarang utara untuk bisa mengkonversi beras menjadi makanan konsumsi lokal seperti singkong sukun dan sebagainya. Ada enam desa di Kecamatan Cikarang Utara yang kita bagikan. Kita juga melatih cara mengolahnya agar ramah bagi anak-anak,” ujar Rofiq.

Dinas Ketahanan Pangan telah menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah berbentuk beras lebih dari 14 ribu warga Kabupaten Bekasi yang tersebar lebih dari sepuluh desa di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, langkah itu akan terus dilakukan untuk mengurangi bebas masyarakat selama musim kemarau.

“Dinas Ketahanan Pangan sampai Oktober ini telah menyalurkan total 86.298 kg beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah yang disalurkan kepada sepuluh desa penerima sebanyak 14.378 jiwa. Adapun desanya Labansari Cikarang Timur 1.345 jiwa, Pahlawan Setia Tarumajaya 1.330 jiwa, Samudrajaya 1.346 jiwa, Cikarang Kota 1.326 jiwa, Huripjaya 1.356 jiwa, Sukaraja 1.316 jiwa, Sukakerta 1.598 jiwa, Sukaringin 1.602 jiwa, Sukawangi 1.485 jiwa dan Ciantra 1.674 jiwa,” tuturnya

Selain itu, dalam memperingati Hari Pangan Dunia, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi juga memiliki empat misi yang harus dituntaskan hingga Desember mendatang. Yang pertama adalah merubah pola konsumsi masyarakat agar tidak bergantung pada beras, kemudian terciptanya zero waste hingga menurunkan angka stunting serta menghindari terjadinya masyarakat yang kelaparan.

“Ada empat hal penting yang dijadikan momentum pada hari pangan sedunia ini, yakni mengurangi ketergantungan masyarakat kepada beras, ada terciptanya zero waste, kita berharap tidak ada sampah makanan yang terbuang, penurunan angka stunting dan menghindari terjadinya kelaparan di Kabupaten Bekasi, ada desa yang kita berikan bantuan gabah, bantuan itu dlm rangka membantu manajemen logistik desa,” tandasnya. (ris)