Berita Bekasi Nomor Satu

Sosialisasi Pendidikan Ramah Anak di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Menangani Anak ADHD dan Meminimalisir Kekerasan Seksual Sejak Dini   

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Salah satu permasalahan yang ditemukan pada peserta didik di usia Sekolah Dasar (SD) adalah anak-anak yang hiperaktif. Fenomena hiperaktif pada anak usia SD termasuk kedalam kategori Attention Defict Hyperactivity Disorder (ADHD), merupakan perilaku yang membentuk pola menetap yang dilakukan anak dikarenakan kurangnya perhatian atau disebut juga hiperaktivitas dan impulsivitas yang lebih sering dan lebih parah dari pada anak lainnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional 2007 bahwa terdapat 82 juta populasi anak di indonesia diantaranya remaja di bawah usia 18 tahun mengalami kesehatan jiwa,sedikitnya 16 juta anak yang termasuk ADHD. Artinya bahwa dapat kita jumpai gangguan hiperaktivitas ini dalam kehidupan sehari-hari pada anak usia sekolah dasar sampai remaja.

ADHD secara istilah adalah hambatan pemusatan perhatian disertai kondisi hiperaktif. Faktor dominan ADHD penyebabnya adalah keturunan yang di bawa oleh keluarga. Adapun untuk mengetahui anak ADHD sejak dini dengan melakukan terapi kepada ahlinya yakni dokter spesialis Anak Berkebutuhan Khusus.

Menurut Ida Ayu Putu Laksmi Esalini, gen merupakan salah satu faktor penyebab anak menjadi ADHD yang menjadi perhatian orang tua dan guru agar tidak berdampak terhadap pembelajaran di sekolah maupun di rumah, upaya untuk meminimalisir permasalahan kekerasan seksual dilakukan “Sosialisasi Pendidikan Ramah Anak sebagai Upaya Meminimalisir ADHD dan Kekerasan Seksual Sejak Dini”.

Sebagai upaya untuk meminimalisir ADHD dan kekerasaan seksual sejak dini, maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk meminimalisir ADHD dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya kepada Universitas Pakuan yang berjudul Implementasi Pendidikan Ramah Anak sebagai upaya meminimalisir ADHD dan kekerasan seksual sejak dini.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa untuk melakukan pembelajaran secara langsung di lapangan. Pada program KKN ini mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya melakukan sosialisasi dan observasi kepada peserta didik di sekolah SDN Teluk Pucung 6 dan SDLB Negeri Bekasi.

Tujuannya melakukan sosialisasi ini ke SDN Teluk Pucung 06  menyampaikan kepada anak-anak untuk melindungi diri mereka dari orang-orang yang ingin melakukan kekerasan seksual dan memberitahukan kepada mereka bagian-bagian mana yang harus mereka lindungi dan cara mereka mencari pertolongan jika terjadi kekerasan seksual tersebut.

Mahasiswa telah melakukan observasi kepada anak ADHD di SDLB Negeri Bekasi dan guru kelasnya. Mahasiswa melihat langsung bagaimana anak ADHD itu di dalam kelas ketika mereka belajar.

Awiria selaku Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata KKN dari program ini, berharap mahasiswa dapat berkontribusi mencegah kekerasan seksual terhadap anak-anak usia di bawah 18 tahun terutama pada siswa SD dan dapat mengetahui penanganan anak ADHD. (*)

 

 

Solverwp- WordPress Theme and Plugin