Berita Bekasi Nomor Satu

Sepakat Berdamai dan Lanjutkan Perawatan

DAMAI: Keluarga pasien AS bersama jajaran pimpinan RSUD dr Chasbullah Abdulmajid usai mediasi.

RADARBEKASI.ID, BEKASIPersoalan antara RSUD dr Chasbullah Abdulmajid dengan salah seorang keluarga pasien, AS(8), akhirnya berujung damai. Pihak RSUD menyatakan siap untuk melanjutkan pengobatan untuk AS yang sebelumnya sempat terhenti lantaran kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

Dalam forum mediasi antara pihak keluarga pasien dengan RSUD, kemarin, Ibunda AS, Sri Kurniati (41) mengatakan, anaknya akan kembali menjalani perawatan medis. Tentu saja, hal tersebut yang dinginkan pihak keluarga.

“Proses mediasi ini saya terima dengan ikhlas bahwa Insya Allah saya akan jalani buat pengobatan anak saya. Intinya saya berharap hanya anak saya bisa sembuh,” katanya usai mediasi dengan pihak RS.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD dr Chasbullah Abdulmajid, Kusnanto Saidi menjelaskan, pihaknya telah menjelaskan kondisi serta penanganan yang sempat dilakukan kepada AS dari sisi medis kepada kuasa hukum keluarga pasien. Ia berharap kelurga pasien memberikan kepercayaan kepada RSUD dalam proses perawatan pasien AS.

“Kami tadi sudah berunding dan bersepakat, disaksikan oleh kuasa hukum dan ibu pasien bahwa dokter bersedia waktunya, tenaganya, keilmuannya. Bahkan saya sebagai dorektur menjamin kesiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Kusnanto menegaskan, hal serupa tidak hanya diberikan kepada pasien anak AS melainkan seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan rujukan di RSUD.

Pihaknya juga menginginkan nama baik dokter spesialis anak yang menangani pasien AS kembali setelah mencuat opini di tengah masyarakat. Termasuk kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr Chasbullah Abdulmajid.

Sementara itu, kuasa hukum kelurga pasien, Tres Priawati menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dan mendengarkan penjelasan dari sisi medis. Ia menilai telah terjadi kesalahpahaman.

“Kaitan dengan kasus ini adalah kaitan dengan medis, otomatis kami mendengarkan dari pihak RS seperti apa. Setelah saya coba cerna sebenarnya yang ada itu adalah mis komunikasi,” ungkapnya.

Dari sisi medis, dokter spesialis anak RSUD dr Chasbullah Abdulmajid, Charles menjelaskan bahwa pasien anak AS sejak awal telah didiagnosa infeksi syaraf. Diagnosa ini didukung oleh hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada pasien, salah satunya dengan CT Scan.

Pasien AS sejak awal masuk RSUD pada 24 Juli 2022 ditangani oleh Charles dan satu dokter lain, yakni dokter spesialis anak konsultan khusus syaraf anak. Berdasarkan pengalaman medis, Charles menyebut bahwa infeksi syaraf adalah infeksi paling berat, 50 persen mengakibatkan kematian pada penderitanya.

“Pengalaman kita menangani ini (infeksi syaraf) memang butuh waktu. Karena infeksi syaraf itu adalah infeksi yang paling berat, waktu ini bisa satu bulan, dua bulan, tiga bulan, bahkan lebih,” ungkapnya.

Penanganan medis akan kembali dilakukan mulai dari awal. Pasalnya, perawatan pasien sempat terhenti lima sampai delapan bulan sejak terakhir kali dilakukan perawatan.

“Tadi sudah disampaikan oleh pak direktur, kita akan review ulang. Mungkin minggu ini akan kita mulai ulang lagi untuk pemeriksaan lanjutan, supaya nanti kita harapkan minimal bisa mandiri,” tambahnya. (sur)

 

Solverwp- WordPress Theme and Plugin