Berita Bekasi Nomor Satu

Progres Diklaim Capai 22 Persen

Tiga Bulan Revitalisasi Pasar Bantargebang

ILUSTRASI: Warga beraktivitas di kawasan Pasar Bantargebang, Kota Bekasi, beberapa waktu lalu. Pembangunan Pasar Bantargebang diklaim mencapai 22 persen. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proses revitalisasi Pasar Bantargebang sudah berjalan di bulan ketiga setelah dilakukan pengosongan dan mulai pengerjaan Oktober 2023 lalu. Saat ini progres pembangunan diklaim sudah menyentuh angka 22 persen.

Beberapa bangunan seperti basement, lantai dasar dan lantai satu sedang dalam pengerjaan oleh pegembang.

“Progres pembangunan sampai saat ini sudah masuk 22 persen,” ujar Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, Budiman kepada Radar Bekasi, Rabu (6/12).

Diketahui proses revitalisasi sendiri sudah dilakukan sejak bulan Oktober, dimana pada awal bulan Oktober juga telah dilakukan proses relokasi dan pengosongan Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Sudah kami mulai sejak bulan Oktober dan kami lakukan relokasi untuk PKL, dimana para pedagang masih tetap berjualan karena dipindahkan ke dalam basement,” jelasnya.

Kemudian proses revitalisasi yang di targetkan akan selesai dalam kurun waktu delapan bulan itu sesuai prediksi bakal rampung pada Mei 2024. Pengerjaan diharapkan selesai tepat waktu sehingga para pedagang dapat menempati kembali pasar Bantargebang.

“Kurang lebih delapan bulan semoga bisa selesai tepat waktu, dan pasar Bantargebang bisa digunakan kembali dengan keadaan yang nyaman dan aman,” terangnya.

Pihak Disperindag Kota Bekasi juga mengklaim, selama proses pembangunan saat ini belum terlihat adanya kendala.

“Sampai dengan saat ini kami belum menerima laporan terkait hambatan dari pihak pengembang, jadi untuk saat ini masih terbilang lancar dan aman,” tuturnya.

Lebih lanjut, selain lantai satu, lantai dasar, dan juga basement, Disperindag juga sampaikan bahwa tembok jalan utama memasuki pasar Bantargebang akan dilakukan perbaikan.

“Pagar depan pasar yang dibangun pake tembok itu juga akan diperbaiki, jadi akan terlihat bagus kembali mengingat keadaannya juga sudah rapuh,” jelasnya.

Diketahui proses revitalisasi pasar Bantargebang sendiri tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan proses revitalisasi dilakukan dengan anggaran investasi dari perusahaan.

“Revitalisasi tidak menggunakan APBD, revitalisasi dilakukan dengan dana investasi dari perusahaan yang melakukan revitalisasi,” pungkasnya. (dew)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin