Berita Bekasi Nomor Satu

Libur Pemilu 2024, Siswa Diberi Tugas Literasi Pesta Demokrasi

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMPN 34 Kota Bekasi mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Libur Pemilu, siswa diberi tugas literasi pesta demokrasi. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pada hari pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang diumumkan sebagai hari libur nasional sesuai Keputusan Presiden (Keppres) No 10 Tahun 2024, kegiatan pembelajaran di sekolah turut diliburkan. Meskipun demikian, beberapa sekolah tetap memberikan Pekerjaan Rumah (PR) berupa tugas literasi kepada para siswa terkait pesta demokrasi yang tengah berlangsung.

Salah satunya di SMPN 34 Kota Bekasi. Di sekolah ini, siswa diminta untuk membuat dan menceritakan proses pesta demokrasi, baik yang diamati langsung maupun melalui media sosial.

“Saat libur Pemilu ini, kami berikan siswa tugas berupa kegiatan literasi untuk memahami dan menuliskan pesta demokrasi yang ada di Indonesia,” tutur Kepala SMPN 34 Kota Bekasi, Arief Purnama kepada Radar Bekasi, Selasa (13/2/2024).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sekolah dalam pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema suara demokrasi.

“Ini sejalan dengan program pembelajaran sekolah, yaitu P5, dengan tema suara demokrasi,” kata Arief.

BACA JUGA: 17 Sekolah di Bekasi Terpilih Ikuti Pameran Literasi

Melalui tugas literasi ini, Arief berharap siswa dapat mengetahui dan mencermati dengan baik berita mana yang dianggap tidak baik dan dapat menyaringnya.

“Para siswa diharapkan dapat mendapatkan ilmu dengan cara menyaring berita baik dan tidak baik, serta membedakan mana yang hoaks dan mana yang bukan,” ucapnya.

Menurutnya, para siswa dapat mengembangkan kemampuan menganalisis dan membuat rangkaian cerita, baik untuk melatih daya ingat dan pola pikir. Setelah membuat dan mengamati, siswa diharapkan mampu menjelaskan kegiatan tersebut secara langsung.

“Setelah mengamati dan membuat rangkaian cerita, siswa akan mempresentasikannya di depan kelas. Dengan demikian, kami juga melatih keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat mereka,” ungkap Arief.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala SMP PGRI II Kota Bekasi, Mamun Murod. Ia menyatakan bahwa meskipun siswa libur, mereka tetap diberikan tugas sebagai pengganti kegiatan pembelajaran sekolah.

“Siswa tetap akan kami berikan tugas untuk menggantikan kegiatan sekolah yang diliburkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mamun menjelaskan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa juga berkaitan dengan mengikuti berita terkait pemilu, namun dengan cakupan yang lebih umum, yaitu menceritakan seberapa ramainya pesta demokrasi di lingkungan rumah masing-masing.

“Siswa SMP memang masih jauh untuk terlibat langsung dalam pesta demokrasi, tapi setidaknya mereka dapat merasakan keramaian dan suasana Pemilu,” harapnya. (dew)

 

Solverwp- WordPress Theme and Plugin