Berita Bekasi Nomor Satu

Polisi Tangkap 11 Pelajar Terlibat Tawuran di Bekasi Timur  

Tawuran antarpelajar tdi wilayah Gandagung Kelurahan Durenjaya Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi, pada Senin (27/5/2024). FOTO: TANGKAPAN LAYAR VIDEO

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jumlah pelajar yang ditangkap aparat kepolisian karena terlibat tawuran bertambah dari satu menjadi 11 orang.

Tawuran antarpelajar tersebut terjadi di wilayah Gandagung Kelurahan Durenjaya Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi, pada Senin (27/5/2024). Seorang siswa SMK swasta di Kota Bekasi, inisial A, koma akibat terkena sabetan senjata tajam dalam tawuran tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus, mengatakan pihaknya sudah menangkap belasan pelajar dari kedua belah pihak yang terlibat dalam tawuran.

“Tadi pagi sudah diamankan sebelas orang, berikut empat senjata tajam. Ini masih kita dalami peran-perannya dulu,” kata Firdaus saat dikonfirmasi pada Selasa (28/5/2024).

BACA JUGA: Tawuran Pelajar di Bekasi Timur, Satu Orang Koma

Sedangkan untuk kondisi korban, lanjutnya, masih menjalani operasi di RSUD dr Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi akibat luka sabetan senjata tajam.

“Terakhir tadi siang itu masih dioperasi. Karena kena bacok di bagian kepala belakang, enam cm manjang,” ujarnya

Firdaus menjelaskan, motif tawuran masih didalami. “Iya, masih di periksa. Belum (ditetapkan tersangka), mungkin hari ini juga (ditetapkan tersangka),” pungkasnya

Saksi mata di lokasi, Ica (37), mengatakan aksi tawuran tersebut menyebabkan lalu lintas di lokasi tersendat. Banyak pengguna jalan yang memilih menghentikan laju kendaraannya karena khawatir menjadi korban salah sasaran.

“Otomatis kendaraan yang mau ke sana (Gandagung) disuruh balik, mau ke sana (Pasar Baru) juga disuruh balik karena korban terkapar di badan jalan,” jelasnya.

Ica berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Menurutnya, peristiwa berdarah tersebut mengakibatkan satu orang terkapar akibat luka sabetan senjata tajam.

“Ya saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di depan mata kita. Takut ada anak kita lagi main atau apa, khawatir salah sasaran,” pungkasnya. (rez)