Berita Bekasi Nomor Satu

Anak Polisi Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi, Diduga Ogah Tanggung Jawab Usai Hamili Pacar

JAWAB PERTANYAAN: Orangtua pelapor P (16) menjawab pertanyaan wartawan. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – R (18), anak seorang anggota polisi dilaporkan ke Polres Metro Bekasi karena diduga ogah bertanggung jawab usai menghamili pacarnya, P (16).

P melaporkan peristiwa ini pada 10 Juni 2024. Laporan tindak pidana kejahatan perlindungan anak tersebut tercantum dalam surat laporan nomor LP/B 1888/VI/2024/SPKT/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya.

Akibat kehamilannya, P dikeluarkan dari sekolah menengah pertama (SMP). Kini, P harus merawat anaknya yang telah berusia enam bulan tanpa kehadiran sang bapak.
Ayah dan ibu pelapor, J (52) dan N (62), tidak berani berbuat banyak karena mengetahui bahwa pria yang menghamili P merupakan anak dari anggota polisi.

Semua berawal ketika P dan R menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih pada 2023. Saat itu P duduk di kelas 2 SMP dan R di kelas 1 SMA.

Keduanya sering bermain di rumah R di kawasan Babelan Kabupaten Bekasi. Bujuk rayu hingga hubungan badan dilakukan di rumah R, yang lokasinya tidak jauh dari rumah P.

Hubungan intim tersebut membuat P hamil. Orangtua P mengetahui anaknya tengah mengandung pada usia kandungan empat bulan. Setelah mengetahui hal tersebut, kedua belah pihak bertemu untuk mencari jalan penyelesaian. Saat pertemuan, keluarga R berjanji akan bertanggung jawab selama P mengandung hingga melahirkan.

“Akhirnya, klien kami yaitu P yang sekarang sudah melahirkan dan anaknya berusia enam bulan, mengandung di luar pernikahan,” kata Ketua Umum Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Perisai Kebenaran Nasional, Dikaios Mangapul Sirait.

BACA JUGA: UPTD PPA Dampingi Anak Korban Rudapaksa Ibu Muda di Tambelang

Namun, janji tersebut tidak terbukti hingga saat ini. Bahkan selama P mengandung, ibu R sempat meminta agar kandungan P digugurkan.

Orangtua R diketahui merupakan anggota polisi yang bertugas di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota di Unit Sabhara salah satu Polsek di Kota Bekasi. Kondisi ini membuat orangtua P, yang sehari-hari bertani takut meskipun tidak ada upaya pengancaman dari keluarga pelaku.

“Menurut klien kami, orangtuanya R adalah oknum polisi, sehingga mereka takut. Akhirnya didiamkan sampai lahiran dan klien kami dikeluarkan dari sekolah, sudah tidak sekolah lagi,” ungkapnya.

Dikaios menyayangkan keluarga R yang tidak menunjukkan itikad baik dengan mengunjungi keluarga P.

Juga tidak ada komunikasi antara kedua keluarga tersebut hingga saat ini. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi terkait tindak pidana kejahatan anak sebagaimana diatur dalam UU nomor 17 tahun 2016, beserta orang tua R ke Polres Metro Bekasi Kota.

“(Orangtua R) sudah kami laporkan di Polres Metro Bekasi Kota dan anaknya yang merupakan oknum polisi kami laporkan di Polres Kabupaten,” tambahnya.

Kondisi P saat ini dalam keadaan sehat dan dapat berkomunikasi dengan baik. Begitu juga dengan bayi mungil yang ia lahirkan enam bulan lalu. Orangtua korban menginginkan proses hukum yang telah ditempuh dilanjutkan lantaran merasa sudah terlampau lama menunggu itikad baik dari keluarga terlapor.

“Perkara dilanjutkan saja, sudah terlanjur, sudah menunggu sekian lama tidak ada niat baiknya, sudah terlanjur kalau sudah seperti ini,” ungkap ayah pelapor, J.

Terpisah, Wakasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Widodo, menyampaikan bahwa kasus ini tengah ditangani oleh Polres Metro Bekasi. Ia juga membenarkan bahwa terduga pelaku merupakan anak dari anggota polisi.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari empat orang saksi. Di antaranya pelapor P dan orangtuanya.

“Masih berlanjut. Saksi yang sudah diperiksa adalah dari pelapor, keluarga, dan lainnya,” ungkapnya. Selanjutnya, pihak kepolisian akan memanggil terlapor. (sur)


Solverwp- WordPress Theme and Plugin