Berita Bekasi Nomor Satu

Fenita Arie Kritik Konten Rendang Willie Salim, Dinilai Bikin Citra Warga Palembang Buruk

Potret Fenita Arie. Foto: Instagram @fenitarie

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Willie Salim belakangan ini menjadi sorotan setelah mengunggah video bagi-bagi daging rendang seberat 200 kilogram di Palembang. Aksi tersebut menuai berbagai reaksi dari warganet dan publik, termasuk dari presenter sekaligus selebritas Fenita Arie.

Dalam unggahan di Insta Stories pribadinya yang diunggah ulang akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, Fenita menyesalkan cara Willie Salim membuat konten yang dinilainya merendahkan warga Palembang. 

Sebagai seseorang yang lahir dan besar di Palembang, Fenita merasa perlu angkat bicara terkait opini negatif yang muncul akibat video tersebut. Ia menyayangkan bagaimana konten itu seolah menjadikan masyarakat Palembang sebagai objek demi kepentingan viralitas.

“Kenapa sih rakyat cuma dijadiin konten buat kalian? Supaya viral, supaya bisa jadi heboh, dan jadi perhatian,” kata Fenita dalam video, dikutip Senin (24/3/2025).

Baca Juga: Konten Rendang 200 Kg Hilang Disebut Settingan, Willie Salim Ngaku Tak Berbohong dan Takut Dosa

Pasangan Artis Arie Untung ini menegaskan bahwa apa yang ditampilkan dalam video tidak bisa langsung menggambarkan masyarakat Palembang secara keseluruhan.

Selain itu, Fenita juga menyoroti minimnya pengamanan dalam acara tersebut. Menurutnya, jika tujuan utama acara bagi-bagi rendang itu adalah aksi sosial, maka seharusnya ada persiapan yang lebih matang dan profesional. 

“Kalau sudah gitu, seharusnya kamu profesional lah. Kamu sudah tahu supaya ini nggak ada kegaduhan, ya mungkin kamu bayar orang untuk penjagaan,” jelasnya.

Kekecewaan Fenita semakin bertambah ketika melihat bagaimana konten tersebut menjadi viral dengan menyoroti Willie Salim yang tampak kehilangan daging rendangnya akibat aksi warga Palembang. 

“Dan yang diviralkan adalah langsung si kreator ini datang ‘raib-raib, dagingku 200 kilo hilang’,” tuturnya

Ia menegaskan bahwa yang patut disorot dalam kejadian ini bukanlah masyarakat Palembang, melainkan kurangnya manajemen acara dari pihak kreator.

Fenita pun menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa warga Palembang telah menyambut Willie Salim dengan baik. 

“Kamu diundang sama orang Palembang dengan baik, disambut baik sama orang Palembang. Kok malah bikin sesuatu yang buruk?” pungkasnya. (ce2)