RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penanganan bencana puting beliung di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat, dinilai kurang maksimal oleh warga setempat.
Warga, Andi Wijaya (54), mengungkapkan bahwa meski ada bantuan material dari pemerintah jumlahnya terbatas. Menurutnya, bantuan material yang diberikan tidak mencukupi kebutuhan.
“Ada bantuan, cuma sedikit. Terpaksa saya harus pakai asbes yang rusak ditambel dikit-dikit,” kata Andi, Minggu (23/3).
BACA JUGA: Enam Wilayah di Kabupaten Bekasi Porak-poranda Diterjang Puting Beliung
Selain itu, Andi juga mengungkapkan bahwa bantuan logistik, seperti makanan instan, tidaklah cukup.
“Bantuan indomie lagi, indomie lagi. Kita butuh bantuan yang nyata, bukan yang sehari dua hari abis,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat. Pasalnya, wilayah tempat tinggalnya paling parah terdampak puting beliung.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa untuk memaksimalkan bantuan material bagi masyarakat, pihaknya berharap ada dukungan dari pihak swasta.
Mengenai rehabilitasi rumah-rumah warga yang terdampak, Dodi mengaku hal tersebut bukan wewenang BPBD. Melainkan dinas terkait lainnya.
Padahal berdasarkan surat edaran Bupati Bekasi terkait status tanggap darurat bencana, BPBD ditunjuk sebagai leading sektor percepatan pemulihan paska bencana.
“Terkait atap mungkin ke Disperkimtan nanti. Kita juga lagi berkoneksi dengan dunia usaha. Barangkali ada yang bisa support bantuan juga untuk asbesnya. Seperti kemarin di Desa Sumberjaya,” terang Dodi.
Dodi menambahkan bahwa Desa Telajung Cikarang Barat merupakan wilayah yang paling parah terdampak bencana puting beliung dibandingkan dengan lima kecamatan lainnya di Kabupaten Bekasi.
Hingga saat ini, pihaknya belum dapat menginventarisir kerugian akibat bencana banjir dan puting beliung tersebut.
“Belum, ini masih proses teman-teman dari bidang rehabilitasi dan rekonstruksi,” pungkasnya. (ris)