RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi II Dewan DPRD Kota Bekasi menekankan kajian mendalam terhadap rencana pengadaan tanah dan pembangunan polder air pada tahun 2026. Proyek ini akan diprioritaskan untuk wilayah rawan banjir dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Pembahasan Rencana Kerja (Renja) 2026 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra Komisi II, seperti Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, telah dimulai sejak pekan lalu. Salah satu fokus utama adalah pengadaan lahan dan pembangunan polder, mengingat proyek ini membutuhkan anggaran yang besar.
“Di tahun 2026 ada beberapa polder yang akan dibangun. Kita akan kaji secara detail dan bahas satu per satu dengan mitra terkait,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, Senin (24/3).
Salah satu contoh proyek yang dikaji adalah polder di wilayah Pondok Gede, dengan perkiraan anggaran mencapai Rp9 miliar. Menurut Evi, perlu pembahasan lebih lanjut terkait kecukupan anggaran, urgensi pembangunan, serta manfaat yang akan dirasakan masyarakat.
BACA JUGA: Musim Mudik Lebaran 2025, Ribuan Kendaraan Melintasi Kota Bekasi
Ia menegaskan bahwa setiap rencana kerja di OPD harus sejalan dengan program prioritas Wali Kota dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi.
“RPJMD ini harus linier dengan Renja di masing-masing OPD, agar program prioritas yang telah ditetapkan dapat berjalan optimal,” tambahnya.(sur)