RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jalur mudik di Jalan Inspeksi Kalimalang Kabupaten Bekasi masih menghadapi berbagai hambatan. Minimnya penerangan, kondisi jalan yang rusak, hingga sisa tanah bekas galian mengancam keselamatan pemudik, terutama pengendara sepeda motor.
Seorang warga, Yudi (37), tampak menyiram tanah merah di Jalan Inspeksi Kalimalang Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan. Ia menggunakan selang dari keran ruko miliknya untuk membersihkan jalan guna menghindari kecelakaan yang disebabkan oleh licinnya jalan akibat galian kabel PLN.
“Ini dibersihkan biar gak licin, karena sering terjadi kecelakaan. Sering yang jatuh, sehari bisa sampai tiga kali. Tadi aja udah ada yang jatuh karena abis hujan, licin,” kata Yudi kepada Radar Bekasi.
Menurut Yudi, sisa galian tanah sangat berbahaya bagi pengendara, terutama karena Jalan Inspeksi Kalimalang menjadi jalur mudik ke Karawang. Ia berharap pihak terkait segera membenahi bekas-bekas galian tersebut.
BACA JUGA: 52 U-turn di Sepanjang Jalur Pantura Kabupaten Bekasi Ditutup Selama Arus Mudik Lebaran
“Sisa galian karena tumpukan tanahnya lama dibersihkan, jadinya kena air dan licin. Harapannya bisa dibersihkan karena membahayakan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan posko pengamanan mudik, pada H-5 Lebaran ini, arus pemudik di jalur Pantura Kabupaten Bekasi belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Pemudik melintas pada jam-jam tertentu, seperti setelah subuh dan malam hari. Meskipun demikian, pihaknya bersama stakeholder terkait tetap bersiaga.
“Sampai hari ini, arus lalu lintas masih lancar, belum ada hambatan. Prediksi puncak mudik antara 28 hingga 30 Maret 2025,” kata Mustofa.
Selama pengamanan arus mudik, pihaknya menerima banyak keluhan terkait Jalan Kalimalang.
Beberapa masalah yang ditemukan antara lain lampu PJU yang minim dan jalan bergelombang di beberapa titik. Keberadaan bangunan liar di perbatasan Jalan Inspeksi Kalimalang, antara Tambun Selatan dan Bekasi Timur juga menjadi hambatan karena dua jalur tidak dapat digunakan. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memperbaiki masalah ini, khususnya terkait penerangan jalan.
BACA JUGA: Kebakaran Gudang Workshop di Tarumajaya, Lima Pekerja Luka Bakar
“Keluhan pengguna jalan terkait lampu PJU yang tidak menyala di malam hari sudah kami komunikasikan dengan Pemda dan provinsi untuk menanganinya,” terangnya.
Siapkan Rest Area Terpadu.
Bagi pemudik sepeda motor dan roda empat, rest area khusus sudah disiapkan di Jalan Raya Rengasbandung, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Fasilitas yang disediakan meliputi tempat istirahat, musala, toilet, pemeriksaan kesehatan gratis, produk UMKM, serta derek kendaraan.
Rest area ini juga memiliki area parkir yang luas, dapat menampung sepeda motor, kendaraan roda empat, hingga bus. Rest area ini bisa dimanfaatkan pemudik yang lelah untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu, posko terpadu di sana juga akan mencatat jumlah kendaraan pemudik yang melintas pada Rabu (26/3) mendatang.
“Pemudik dari Jakarta dan sekitarnya silakan istirahat pertama di posko kami agar perjalanan selanjutnya lebih nyaman dan segar,” tandas Mustofa. (ris)