Berita Bekasi Nomor Satu

Pemkot Bekasi Bidik Lapangan Padel jadi Sumber PAD

ILUSTRASI: Lapangan padel. FOTO: PIXABAY

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  mulai membidik lapangan padel sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru. Seiring menjamurnya olahraga tersebut, sejumlah lapangan yang telah beroperasi diinventarisir untuk dimasukkan sebagai objek pajak.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pendapatan Bapenda Kota Bekasi Agustinus Prakoso, mengatakan lapangan padel menjadi salah satu potensi pendapatan baru yang kini tengah digarap serius. Hingga pertengahan Desember, sudah ada empat lapangan padel yang tercatat sebagai wajib pajak.

“Padel termasuk potensi baru yang kami gali. Saat ini sudah ada empat lapangan padel yang menjadi wajib pajak,” ujar Agustinus, belum lama ini.

Menurut dia, petugas UPTD di setiap kecamatan saat ini sedang melakukan pendataan lapangan padel yang telah berdiri dan beroperasi di wilayah Kota Bekasi. Besaran potensi pendapatan dari tiap lapangan pun bervariasi, bergantung pada tingkat okupansi dan lokasi usaha.

“Ramai atau tidaknya penyewaan lapangan dipengaruhi banyak faktor, salah satunya lokasi. Data ini menjadi dasar untuk menghitung potensi pendapatan ke depan,” katanya.

Agustinus menambahkan, penggalian potensi baru tersebut menjadi bagian dari upaya akselerasi dan inovasi Bapenda dalam meningkatkan pendapatan daerah.

“Kita harus bergerak cepat. Ini menjadi daya dukung untuk menambah sumber pendapatan baru,” ucapnya.

Ia mengakui, realisasi pendapatan daerah Kota Bekasi sepanjang tahun ini kerap menjadi sorotan. Karena itu, optimalisasi pendapatan menjadi pekerjaan rumah bagi pimpinan dan jajaran baru Bapenda yang dilantik beberapa waktu lalu.

Bapenda, lanjut Agustinus, akan berupaya memaksimalkan realisasi pendapatan hingga akhir 2025 serta menyiapkan strategi peningkatan pendapatan pada 2026. Selain menggali potensi pajak baru, digitalisasi menjadi kunci untuk memperkuat pengawasan dan pemantauan pendapatan.

“Tanpa digitalisasi, monitoring pendapatan akan sulit untuk dimaksimalkan,” ujarnya.(sur)