RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan kepada umatnya agar tiap waktu menjadi orang yang lebih baik. Karena sungguh beruntung bagi siapapun yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Rasulullah SAW bersabda,
“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (HR. Hakim)
Pesan yang terdapat dalam hadits ini agar setiap muslim berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi pribadi yang lebih baik, karena setiap amal kebaikan yang dilakukan hari ini akan berkontribusi pada kehidupan yang lebih baik di masa datang, baik di kehidupan dunia ini maupun di akhirat kelak.
Diantara upaya peningkatan kualitas diri yang dapat dilakukan oleh setiap muslim yaitu dengan melakukan introspeksi dan evaluasi diri (muhasabah). Di dalam Al-Quran Allah swt berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hashr ayat 18)
Tujuan dan manfaat dari muhasabah sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali adalah untuk membantu memperbaiki diri dan menjauhi dari perbuatan dosa. Muhasabah juga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Melalui muhasabah setiap muslim memahami bahwa kelak akan kembali kepada Allah dan menjawab setiap pertanyaan Allah terkait dengan amal perbuatan yang dikerjakan di dunia.
Orang yang pandai bermuhasabah akan menyibukkan diri dengan urusan akhirat. Meningkatkan ibadah kepada Allah sebagaimana apa yang Allah perintahkan, dan bukan sekedar sebagai rutinitas saja. Ia menjadi lebih siap untuk menghadapi pertanggungjawaban di hadapan Allah di akhirat. (*)










