RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masyarakat Kabupaten Bekasi diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi selama libur Tahun Baru 2026.
Imbauan ini disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa selama sepekan ke depan hingga awal Januari 2026, wilayah Jawa Barat akan didominasi hujan sedang hingga sangat lebat. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi bencana akibat angin kencang, petir, dan banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menekankan pentingnya mitigasi struktural, seperti pembersihan saluran air dan pemangkasan pohon yang rawan tumbang. Ia juga meminta semua pemangku kepentingan memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik agar informasi ancaman bencana cepat sampai ke masyarakat.
“Segera bersihkan saluran air, parit atau drainase dan pemotongan ranting atau pohon yang sudah lapuk di lingkungan masing-masing,” katanya, Senin (29/12).
BPBD Kabupaten Bekasi juga telah menginstruksikan seluruh camat hingga kepala desa maupun lurah untuk memperketat kesiapsiagaan. Langkah ini meliputi mitigasi, koordinasi aparatur pemerintah daerah, dan pengaktifan posko siaga bencana di lokasi aman, seperti kantor desa, gedung sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
“Kami juga meminta seluruh camat se-Kabupaten Bekasi agar meningkatkan kesiapsiagaan dan antisipasi bencana hidrometeorologi,” terangnya.
Sementara itu, masyarakat yang sedang berlibur dihimbau memantau kondisi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan PVMBG. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko, terutama bagi warga di wilayah rawan banjir atau gerakan tanah. Muchlis menegaskan agar aparatur tingkat bawah memastikan jalur evakuasi siap digunakan jika terjadi kondisi darurat.
“Pastikan informasi teknis hingga ke tingkat desa/kelurahan terkait potensi banjir dan gerakan tanah untuk wilayah prioritas yang disertai rekomendasi aksi dini,” kata Muchlis.
Ia menambahkan, perlindungan bencana tidak hanya tertuju pada jiwa manusia, tetapi juga kelompok rentan dan aset milik warga. Untuk mempercepat respon, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyiagakan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB).
Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan potensi atau kejadian bencana di lingkungan mereka. Dengan langkah antisipatif ini, Muchlis berharap perayaan malam Tahun Baru di Kabupaten Bekasi dapat berlangsung aman dan kondusif, meski menghadapi ancaman cuaca ekstrem.
“Memastikan kesiapan untuk kelancaran evakuasi kelompok berkebutuhan khusus atau rentan jika dibutuhkan, serta memastikan kebutuhan perlindungan aset masyarakat dilakukan dengan baik,” tandasnya. (ris)











