RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebagai bagian dari partai koalisi, Partai Ummat menyampaikan kekecewaannya setelah Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, tersandung kasus dugaan suap ijon proyek yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengurus Partai Ummat mengaku terkejut karena jagoannya di Pilkada 2024 lalu harus berurusan dengan lembaga antirasuah.
“Secara normatif dia (Ade Kuswara) melaksanakan program-program kita. Kalau di belakang kita secara terselubung dia menjalankan hal itu, di luar sepengetahuan para pendukung. Ya kita kecewa sekali, sangat kaget sekali,” ujar Ketua DPW Partai Ummat Jawa Barat, Daris, kepada Radar Bekasi, Senin (29/12).
Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi itu berharap agar Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang kini menjabat sebagai Plt Bupati Bekasi, bisa belajar dari kejadian ini. Menurutnya, hal-hal seperti ini tidak boleh terulang agar nama baik Kabupaten Bekasi yang sempat tercoreng bisa dipulihkan.
“Kita sangat berharap, kejadian yang lalu itu menjadi pembelajaran serta pemahaman yang tidak boleh terulang. Menurut saya Pak Asep Surya Atmaja ini sekarang harus menjadi bemper. Ini pertaruhan yang luar biasa, jadi ini suatu pembelajaran yang luar biasa, fakta yang di depan mata. Harusnya Plt Bupati ini menjaga nama baik Kabupaten Bekasi. Termasuk menjaga nama baik partai koalisinya,” ucapnya.
Ia menambahkan, sebagai pendukung, pihaknya ingin Asep Surya Atmaja menjaga nama besar Kabupaten Bekasi dan menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk kepemimpinan yang lebih baik ke depan.
Selain itu, Daris menyoroti kurang terbukanya komunikasi antara Plt Bupati dan partai koalisi. Menurutnya, ruang diskusi sangat penting agar partai koalisi bisa memberikan pandangan dan masukan bagi kemajuan Kabupaten Bekasi.
“Sampai hari ini kita belum bisa ketemu. Tapi secara moral dia (Ade-Asep) memang dukungan kita, dia harus menjaga nama baik Kabupaten Bekasi, serta nama-nama kita sebagai pemilih dan pendukung,” katanya. (pra)











