RADARBEKASI.ID, BEKASI – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir memaksa pemerintah daerah menaikkan status kewaspadaan. Petugas lapangan lintas dinas diminta siaga penuh menyusul hujan berintensitas tinggi yang kerap disertai angin kencang, terutama di penghujung tahun.
Hujan deras yang terjadi saat libur panjang akhir pekan lalu menyebabkan genangan di sejumlah titik, salah satunya underpass Pasar Baru Bekasi Timur. Selain banjir, ancaman pohon tumbang juga menjadi perhatian serius saat angin kencang melanda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi, menegaskan seluruh dinas teknis harus siap bergerak cepat menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (29/12).
“Terutama terkait banjir. Kemarin underpass cepat viral karena air cukup tinggi, hanya saja proses penyedotannya agak lama. Ini jadi catatan agar semua OPD lebih sigap,” kata Junaedi.
Ia juga meminta aparatur hingga tingkat kelurahan untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang. Pohon-pohon tua dan rimbun diminta segera dipetakan dan dirapikan melalui koordinasi lurah, camat, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Dari sekarang sudah harus dilihat mana pohon yang perlu dirapikan. Ini menjadi tugas lapangan yang harus dikoordinasikan,” ujarnya.
Meski kebijakan work from anywhere (WFA) diterapkan di akhir tahun, Junaedi menegaskan perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik tidak diperkenankan WFA maupun cuti. Petugas lapangan diminta tetap siaga penuh.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, menjelaskan banjir di underpass Pasar Baru Bekasi Timur dipicu curah hujan tinggi yang diperparah tumpukan sampah serta satu unit pompa yang tidak berfungsi.
“Pompa satu hidup, satu mati. Tapi kami turunkan pompa mobile dan tidak sampai setengah jam genangan sudah teratasi,” ungkap Idi.
Ia memastikan seluruh aparatur DBMSDA tetap bekerja penuh tanpa WFA, khususnya tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang disiagakan selama 24 jam.
“Semua tim standby di wilayah masing-masing, terutama URC,” katanya.
Selain itu, DBMSDA juga telah memantau kondisi jalan arteri yang menjadi lintasan utama selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Kondisi ruas jalan dipastikan dalam keadaan baik.
Penyisiran pohon-pohon tua dan rindang juga terus dilakukan, terutama di jalur rawan seperti Jalan Narogong dan Jalan Siliwangi.
“Di Narogong kemarin sudah kami sisir, karena di sana pohon-pohon tua paling banyak,” tandasnya. (sur)











