Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Gerakan Muda Kota Bekasi (GMKB) Tutup Akhir Tahun dengan Aksi Kasih “Satu Meja”, Rawat Toleransi di Kampung Sawah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menjelang akhir tahun, Gerakan Muda Kota Bekasi (GMKB) menutup rangkaian aktivitas tahunannya dengan aksi kasih melalui program pemberian makan siang gratis bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kunjungan ke dua lokasi, yakni Panti Asuhan Pondok Damai dan Yayasan Al-Islam Islamic Center.

Aksi ini sekaligus menegaskan bahwa tagline Kampung Sawah sebagai Kampung Toleransi bukan sekadar jargon. Kunjungan pertama dilakukan ke panti asuhan Katolik, dilanjutkan dengan kunjungan kedua bersama saudara-saudara muslim. GMKB ingin menunjukkan bahwa nilai kebhinekaan dan kerukunan umat beragama tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

Program “Satu Meja” merupakan program kerja Gerakan Muda Kota Bekasi yang sebelumnya mengusung konsep makan bersama adik-adik dalam satu meja agar tidak ada skat pembatas antara pemberi dan penerima, pada kesempatan ini Gerakan Muda Kota Bekasi (GMKB) mewujudkannya dalam bentuk kunjungan langsung dan pemberian makan siang gratis kepada bapak dan ibu asuh adik-adik dikedua panti. GMKB juga menegaskan sikapnya terhadap isu eksploitasi anak yang kerap terjadi demi kepentingan pribadi maupun golongan tertentu. Oleh karena itu, GMKB sepakat mempercayakan sepenuhnya kepada para bapak dan ibu asuh agar kebahagiaan yang utuh benar-benar dapat dirasakan oleh anak-anak.

Ketua Umum Gerakan Muda Kota Bekasi, Nicolous Yuliano Ridwan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi nilai dasar GMKB dalam merawat persaudaraan dan kemanusiaan.
“GMKB percaya bahwa toleransi bukanlah wacana, melainkan praktik yang harus terus dirawat. Hari ini kami hadir di dua tempat yang berbeda latar belakang iman, namun disatukan oleh satu nilai yang sama, yaitu kemanusiaan. Kampung Sawah adalah simbol kerukunan, dan kami ingin memastikan simbol itu hidup melalui tindakan nyata,” ujar Nicolous.

Ia juga menambahkan bahwa anak-anak harus dilindungi dari segala bentuk eksploitasi.
“Kami tidak ingin anak-anak menjadi alat kepentingan siapa pun. Biarlah mereka menerima kasih dan perhatian secara utuh melalui bapak dan ibu asuh mereka. Tugas kita adalah menjaga, bukan memanfaatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GMKB, Natanael Clinton Tauran, menekankan pentingnya kebersamaan dan konsistensi dalam gerakan sosial yang dijalankan GMKB.

“Program ‘Satu Meja’ adalah simbol kesetaraan dan kebersamaan. Tidak ada sekat agama, latar belakang, ataupun golongan. Semua duduk setara sebagai sesama manusia. Inilah semangat yang ingin terus kami jaga dan hidupkan dalam setiap langkah GMKB,” ungkap Natanael.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengurus, anggota, serta semua pihak yang telah berkontribusi. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi energi GMKB untuk terus hadir, melayani, dan memberi makna bagi sesama,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, GMKB berharap dapat terus menjadi bagian dari upaya merawat kebhinekaan, memperkuat nilai toleransi, serta menegaskan bahwa solidaritas dan kasih adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat Kota Bekasi yang harmonis. (*)