Berita Bekasi Nomor Satu

Antisipasi Penyebaran Virus Superflu, Warga Kabupaten Bekasi Diimbau Pakai Masker

ILUSTRASI: Petugas puskesmas mengecek kesehatan warga di Cikarang Barat, beberapa waktu lalu. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengimbau warga untuk kembali memakai masker sebagai langkah antisipasi penyebaran virus superflu atau influenza A subclade K, terutama setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

“Untuk masyarakat bisa menggunakan masker, utamanya saat berkumpul dengan orang banyak atau berada di luar ruangan,” ujar Asep, Sabtu (3/1).

Superflu diketahui merupakan varian baru virus influenza dengan gejala yang mirip flu pada umumnya, namun dengan tingkat keparahan lebih tinggi. Gejala yang ditimbulkan antara lain demam tinggi hingga 39–41 derajat Celcius, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, serta sakit kepala berat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus superflu yang tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Asep memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus superflu di Kabupaten Bekasi. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan seiring tingginya mobilitas masyarakat setelah libur panjang.

“Sampai saat ini berdasarkan laporan yang saya terima dari Dinas Kesehatan belum ada,” ucap Asep.

Meski belum ada laporan kasus, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiagakan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran dan memastikan penanganan cepat, terutama bagi anak-anak.

“Jika yang terserang flu, utamanya anak anak untuk segera diperiksa di puskesmas atau faskes terdekat. Jika diduga merupakan superflu bisa langsung dilakukan langkah penindakan medis,” tambahnya.

Asep juga meminta masyarakat tidak panik, namun tetap menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Menurutnya, virus lebih mudah menyerang saat daya tahan tubuh menurun.

“Kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan apalagi di musim pancaroba seperti ini, karena virus itu biasanya menyerang ke orang yang imun atau daya tahan tubuh yang menurun. Mungkin bisa jaga kesehatan dengan meminum vitamin dan olahraga,” pungkasnya. (ris)