Berita Bekasi Nomor Satu
Bisnis  

Bakti BCA bersama Nicholas Saputra Dampingi 10 Desa Wisata untuk Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

Sharing Session Duta Bakti BCA Nicholas Saputra dengan Perwakilan Pengurus 10 Desa Bakti BCA - Duta Bakti BCA Nicholas Saputra (keenam dari kanan) dan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (keenam dari kiri) berfoto bersama perwakilan pengurus dari 10 desa dan komunitas wisata yang tergabung dalam Desa Bakti BCA pada acara Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA. Forum yang berlangsung pada 29-30 Desember 2025 di Desa Wisata Taro, Bali, tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang mengedepankan aspek berkelanjutan. Melalui forum ini, para perwakilan pengurus Desa Bakti BCA memperoleh pembelajaran langsung dari sejumlah pelaku pariwisata, khususnya terkait tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab, berstandar tinggi, dan selaras dengan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Bank Central Asia Tbk (BCA), melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA, menggelar Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA sebagai wujud komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang mengedepankan aspek berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung pada 29-30 Desember 2025 di Desa Wisata Taro, Bali ini menghadirkan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, serta diikuti oleh 10 desa dan komunitas wisata yang tergabung dalam Desa Bakti BCA.

Melalui forum ini, para perwakilan pengurus Desa Bakti BCA memperoleh pembelajaran langsung dari sejumlah pelaku pariwisata, khususnya terkait tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab, berstandar tinggi, dan selaras dengan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Para peserta mendapatkan kesempatan untuk benchmarking ke Desa Wisata Penglipuran, cooking class di Taman Dukuh, dan melakukan sharing session dengan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra dan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.

Pemilihan Desa Wisata Penglipuran sebagai tujuan benchmarking berdasarkan reputasi desa tersebut sebagai salah satu dari daftar Best Tourism Village versi United Nations World Tourism Organization (UNWTO/UN Tourism). Sementara itu, pemilihan Nicholas Saputra sebagai narasumber berdasarkan rekam jejak yang bersangkutan sebagai salah satu pelaku usaha di sektor pariwisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan serta penciptaan pengalaman wisata yang berkualitas.

“Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA menjadi upaya kami untuk memperkuat kapasitas desa dan komunitas wisata binaan agar mampu mengelola destinasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. BCA meyakini bahwa pariwisata yang berkualitas tidak hanya diukur dari volume kunjungan, tetapi juga dari pengalaman wisata yang bermakna, penerapan standar layanan yang unggul, serta kemampuannya dalam memberikan dampak positif bagi perekonomian, sosial budaya, dan kelestarian lingkungan setempat. Kami berharap para pengurus Desa Bakti BCA dapat memanfaatkan forum ini sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan daya saing destinasi wisata di masing-masing wilayah,” ungkap Hera F. Haryn.

Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan yang diselenggarakan Bakti BCA melalui pilar Desa Bakti BCA. Dalam menyusun dan melaksanakan pembinaan desa dan komunitas wisata, BCA mengacu pada kriteria dan indikator pariwisata berkelanjutan sebagaimana ditetapkan dalam Permenparekraf No. 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Pendekatan ini merupakan bentuk dukungan BCA terhadap strategi nasional pemerintah dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Adapun 10 perwakilan pengurus Desa Bakti BCA yang mengikuti Sharing Session Quality Tourism ini berasal dari Desa Wisata Hijau Bilebante, Nusa Tenggara Barat; Kampung Adat Nagari Sijunjung, Sumatra Barat; Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta; Wisata Wayang Desa Wukirsari, Yogyakarta; Kampung Adat Prai Ijing/Tebara, Nusa Tenggara Timur; Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Jawa Timur; Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur; Desa Wisata Patakbanteng, Jawa Tengah; Desa Wisata Tamansari, Jawa Timur; dan Desa Wisata Taro, Bali.

Pada kesempatan ini, Duta Bakti BCA Nicholas Saputra juga turut menekankan pentingnya pengelolaan destinasi wisata yang menjunjung prinsip keberlanjutan secara konsisten, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, pelestarian alam dan budaya, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal.

“Setiap destinasi memiliki karakter dan cerita yang unik, sehingga pendekatan pengelolaannya perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Forum seperti ini menjadi ruang bagi para pelaku di sektor pariwisata untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, termasuk bagi saya sendiri. Saya meyakini bahwa pengembangan destinasi yang menghormati kelestarian lingkungan dan budaya, melibatkan masyarakat lokal, serta mengutamakan kualitas pengalaman wisata, akan memperkuat keberlanjutan desa wisata. Melalui upaya bersama tersebut, pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat terus dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi destinasi dan lingkungan sekitarnya,” ujar Nicholas Saputra.

Saat ini, BCA membina 27 desa wisata secara intensif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah Desa Bakti BCA tersebut juga telah menorehkan berbagai capaian melalui penghargaan berskala nasional maupun internasional. Pada ajang ASEAN Tourism Awards 2025, enam Desa Bakti BCA berhasil meraih penghargaan bergengsi, yaitu Kampung Adat Nagari Sijunjung, Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata Semen, Desa Wisata Taro, Kawasan Wisata Pecinan Glodok, dan Desa Wisata Hijau Bilebante. Selain itu, Desa Wisata Taro dan Desa Wisata Hijau Bilebante juga terpilih sebagai “Best Tourism Villages Upgrade Program” dari UNWTO pada 2023. Terbaru, BCA mendampingi enam Desa Bakti BCA dalam memperoleh Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Desa-desa tersebut, antara lain, Desa Wisata Dayun, Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata Tamansari, Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Taro, dan Desa Wisata Hijau Bilebante. (bps/*)