Berita Bekasi Nomor Satu

Bangunan Liar Jadi Biang Keladi Genangan di Perbatasan Bekasi-Jakarta

TINJAU: Camat Pondok Gede Zaenal Abidin bersama Lurah Jatibening Baru turun meninjau saluran air di wilayah perbatasan administrasi Kelurahan Jatibening Baru, Kota Bekasi, dengan Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, tepatnya di RW 02 Jatibening Baru dan RW 12 Pondok Kelapa. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID,  BEKASI – Saluran air di perbatasan Kota Bekasi dan Jakarta Timur kembali “memuntahkan” air ke jalan. Biang keladinya bukan hanya sedimentasi yang menumpuk, melainkan keberadaan bangunan liar (bangli) yang menyempitkan aliran.

Menindaklanjuti laporan warga, Camat Pondok Gede Zaenal Abidin bersama Lurah Jatibening Baru turun langsung ke lokasi untuk memastikan penyebab luapan air tersebut.

Hasil monitoring menunjukkan, sedimentasi telah menutup sebagian saluran air sehingga aliran tersumbat. Kondisi itu diperparah keberadaan bangunan liar (bangli) di sepanjang bantaran saluran, yang membuat air meluber ke badan jalan.

“Saluran air ini berada di wilayah perbatasan administrasi Kelurahan Jatibening Baru, Kota Bekasi, dengan Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, tepatnya di RW 02 Jatibening Baru dan RW 12 Pondok Kelapa,” ujar Zaenal, Senin (5/1).

Zaenal menyebutkan, langkah pertama yang dilakukan adalah penanganan sedimentasi. Petugas dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi melalui tim pematusan langsung dikerahkan untuk mengangkat endapan lumpur.

“Kalau tidak segera ditangani, air akan terus meluap ke jalan. Maka hari ini tim pematusan langsung mengangkat sedimentasinya,” katanya.

Setelah sedimentasi ditangani, pemerintah kecamatan akan melanjutkan dengan penertiban bangunan liar yang berdiri di sekitar saluran air tersebut.

“Tahap berikutnya kami akan berkoordinasi untuk penertiban bangunan liar di lokasi. Harapannya, saluran kembali normal dan air tidak lagi menggenangi jalan,” tandasnya.(pay)