RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pajak kendaraan kembali menjadi mesin utama pendongkrak kas daerah. Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) tercatat menyumbang kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi hingga 21,25 persen, dengan realisasi penerimaan mencapai 92 persen sepanjang 2025.
Tingginya capaian tersebut tak lepas dari kebijakan pemutihan tunggakan pajak kendaraan yang diberlakukan Gubernur Jawa Barat pada tahun lalu. Berkat kebijakan itu, Jawa Barat menempati posisi kedua nasional dalam realisasi PAD, tepat di bawah DKI Jakarta.
“Untuk Kota Bekasi, capaian PKB dan BBN-KB kurang lebih 92 persen. Kategorinya bagus, salah satunya karena adanya program pemutihan,” ujar Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kota Bekasi, Dani Hendrato, Senin (5/1).
Dani berharap wajib pajak tetap disiplin membayar pajak kendaraan meski program pemutihan telah berakhir. Ia mengingatkan, kebijakan serupa belum tentu kembali diberlakukan di tahun-tahun mendatang.
Untuk meningkatkan kepatuhan sekaligus mendekatkan layanan, P3DW Kota Bekasi kini membuka program Samsat Night di Jalan KH Noer Alie, Kalimalang. Layanan tersebut digelar setiap Senin malam, pukul 18.00–21.00 WIB, tepat di depan Mono Music & Coffee.
“Kita melihat banyak warga Kota Bekasi bekerja di siang hari, bahkan di luar kota. Selain layanan online, kami hadirkan Samsat Night agar pelayanan lebih dekat dan fleksibel,” kata Dani.
Selain inovasi layanan, P3DW juga memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bekasi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak kendaraan.
“Tahun ini ada rencana WA Blast, penelusuran data, dan kami juga berterima kasih kepada wali kota yang sudah mengeluarkan edaran agar ASN menjadi teladan sebagai wajib pajak taat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi Muhammad Solikhin mengungkapkan, realisasi PAD Kota Bekasi tahun 2025 mencapai 85,04 persen. Secara nominal, penerimaan pajak naik lebih dari Rp834 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
“Artinya, terjadi kenaikan sebesar 31,23 persen dibandingkan capaian tahun 2024,” ujarnya.
Dari total capaian tersebut, PKB dan BBN-KB berkontribusi signifikan dengan nilai mencapai lebih dari Rp745 miliar atau setara 21,25 persen peningkatan PAD.
“Sinergitas dengan P3DW atau Samsat Kota Bekasi akan terus kami maksimalkan, khususnya dalam penerimaan opsen PKB dan BBN-KB,” tandasnya.(sur)











