Berita Bekasi Nomor Satu

Skatepark di Bawah Flyover Summarecon Bekasi Dinilai Belum Penuhi Standar

PROSES PEMBANGUNAN : Lokasi pembangunan Skatepark di bawah Flyover Summarecon Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (5/1). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Skatepark yang tengah dibangun di bawah flyover Summarecon Bekasi  dinilai belum memenuhi standar untuk digunakan sebagai arena kompetisi resmi.

Kendati demikian, fasilitas tersebut tetap disambut positif oleh komunitas skateboard karena menambah ruang aktivitas dan pembinaan bagi skater lokal di tengah keterbatasan ruang publik.

Pendiri Patriot Skate Club Bekasi, Ade Tri Utama, menilai kehadiran skatepark ini sebagai langkah maju dalam penyediaan sarana olahraga ekstrem di Kota Bekasi, terutama karena lokasinya berada di kawasan strategis yang mudah diakses masyarakat.

“Sebagai komunitas, kami sangat bangga dan senang karena ada tambahan satu lagi sarana skatepark. Lokasinya strategis, berada di jantung kota sekaligus pusat olahraga Kota Bekasi,” ujar pria yang akrab disapa Odenk, kepada Radar Bekasi, Senin (5/1).

Menurut Odenk, sejak tahap awal perencanaan, komunitas skateboard telah dilibatkan secara aktif dalam proses desain skatepark oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), khususnya bidang PJU dan taman.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan lintasan sesuai dengan karakter dan kebutuhan skater.

“Kami selalu dilibatkan dalam desain. Hasilnya juga kami laporkan langsung ke Wali Kota lewat media sosial,” katanya.

Meski memiliki keunggulan dari sisi lokasi dan konsep lintasan bergaya street course, Odenk mengungkapkan bahwa skatepark ini masih belum dapat dijadikan arena kompetisi resmi.

Hal itu disebabkan oleh aspek teknis pembangunan yang belum memenuhi standar induk olahraga skateboard nasional.

“Untuk standar kompetisi prestasi, skatepark ini belum memenuhi. Di Indonesia baru ada dua kontraktor bersertifikat KIS (Komite Indonesia Skateboard, yaitu Labs Skate dan Motion Skatepark,” ungkapnya.

Selain belum berstandar kompetisi, fasilitas penunjang di kawasan skatepark juga dinilai masih terbatas. Hingga kini, belum tersedia area parkir sepeda motor khusus bagi pengguna skatepark, sehingga pengunjung harus memanfaatkan area parkir di sekitar Stadion Patriot atau Gedung Pemerintah Kota Bekasi.

“Untuk sementara parkir masih di sekitar Stadion Patriot atau Gedung Pemkot. Ke depannya, informasinya akan dibangun fasilitas tambahan seperti toilet, musala, dan parkir,” jelas Odenk.

Secara teknis, skatepark kolong flyover tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar 15 meter. Menurut Odenk, tidak ada ukuran baku dalam pembangunan skatepark. Faktor terpenting justru terletak pada pengalaman pihak pelaksana pembangunan.

“Tidak ada ukuran ideal tapi lebih ke siapa yang menjadi pelaksana pembangunan Skateparknya. Karena cukup Triky dalam membangun skatepark,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pembangunan skatepark di lokasi lain dapat melibatkan kontraktor yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang jelas.

“Semoga di lain tempat bisa menggunakan kontraktor yang berpengalaman dengan hasil yang sudah banyak dikerjakan di daerah-daerah, seperti DKI ada skatepark Flyover Pasar Rebo, FO Slipi & Koja Jakut dan Kabupaten Bekasi yang ada di Stadion Wibawa Mukti yang menjadi pusat latihan Timnas Skateboard,” jelasnya.

Dalam konteks pembinaan atlet, Odenk berharap kehadiran skatepark ini tetap dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dasar para skater Bekasi, meski belum layak untuk kompetisi tingkat prestasi.

“Mudah-mudahan ada satu skatepark yang proper untuk kompetisi. Skatepark yang sudah ada juga bisa segera dilengkapi toilet umum. Selebihnya sudah cukup baik,” katanya.

Harapan tersebut dinilai semakin relevan mengingat Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, di mana cabang skateboard akan dipertandingkan di bawah naungan Perserosi.

Menurut Odenk, momentum tersebut seharusnya menjadi pendorong bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas skatepark yang memenuhi standar nasional.

Di sisi lain, Odenk tetap memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Wali Kota Bekasi, atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan sarana olahraga skateboard di daerah.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk Wali Kota Bekasi yang konsisten mendukung sarana olahraga. Jarang ada kepala daerah yang memfasilitasi skatepark. Bahkan di Asia Tenggara dan Asia, Indonesia termasuk yang paling banyak membangun skatepark selain Jepang,” pungkasnya. (rez)