Berita Bekasi Nomor Satu

Pemkab Bekasi Dorong Dekopinda Bangkitkan 300 Koperasi “Mati Suri”

BUKA MUSDA: Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin membuka kegiatan Musda Dekopinda Kabupaten Bekasi di Cikarang Utara, Rabu (7/1/). FOTO: DISKOMINFOSANTIK

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendorong Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) setempat untuk membangkitkan kembali 300 koperasi yang tidak aktif alias “mati suri”

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyampaikan bahwa terdapat 1.100 koperasi terdaftar di wilayahnya. Sekitar 800 koperasi masih aktif, sementara 300 lainnya tidak aktif.

Endin mengatakan pemerintah mendorong Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi dalam menghidupkan kembali koperasi-koperasi yang mati suri tersebut.

“Saya minta kepada pengurus terpilih nanti, yang 300 koperasi itu bisa diaktifkan kembali. Ini penting karena potensi kita sangat besar,” ucap Endin saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Dekopinda Kabupaten Bekasi di Cikarang Utara, Rabu (7/1).

Endin menambahkan, program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi peluang bagi koperasi untuk mengembangkan usahanya, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini. Ia berharap koperasi mampu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Dengan adanya program strategis nasional seperti MBG, itu salahsatu peluang untuk meningkatkan usaha koperasi. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik,” tambahnya.

Selain itu, Endin melihat peluang besar dari keberadaan sekitar tujuh ribu perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi. Ribuan perusahaan tersebut dapat menjadi mitra koperasi sekaligus sumber penguatan ekonomi lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Bayangkan kalau satu perusahaan saja bermitra dengan satu koperasi, itu sudah luar biasa. Ini saya harapkan menjadi program kerja ke depan bagi pengurus Dekopinda yang baru,” tutur Endin.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar, menyoroti tantangan besar yang dihadapi koperasi saat ini, yakni digitalisasi dan regenerasi anggota. Ia mengakui bahwa koperasi selama ini sering diasosiasikan sebagai lembaga yang dikelola kalangan lanjut usia.

“Koperasi harus diisi oleh kaum muda atau generasi Z agar koperasi layak diperhitungkan dan mampu bersaing dengan perusahaan swasta maupun BUMN. Koperasi sering dianggap hanya untuk orang-orang yang sudah sesepuh. Tantangan terbesar saat ini adalah digitalisasi,” terangnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, terutama regenerasi, Toto menjelaskan bahwa Dekopinda Kabupaten Bekasi ke depan akan menggandeng Dinas Koperasi dan UKM. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang menjadi motor penggerak koperasi.

“Kami di Dekopinda akan bahu-membahu bersama Dinas Koperasi untuk memberikan pengarahan kepada para pengurus KDMP agar segera berkoordinasi dengan Dekopinda dan pemerintah daerah,” tandasnya. (ris)