Berita Bekasi Nomor Satu

Terapis Spa Ditemukan Tewas di Kamar Kos 08 Bekasi Selatan, Ini Kronologinya

SEPI: Suasana lingkungan sekitar Kamar Kos 08, Jalan Letnan Arsyad, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, lokasi ditemukannya terapis spa tewas, Kamis (8/1). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang perempuan berinisial SM (23) asal Cianjur ditemukan tewas di kamar kosnya nomor 08, Jalan Letnan Arsyad Raya, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, pada Rabu (7/1) malam.

Korban, yang bekerja sebagai terapis Spa, ditemukan dalam posisi telentang di atas ranjang kamar kostnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menjelaskan kronologi penemuan jenazah. Penemuan bermula dari kekhawatiran keluarga karena korban tidak dapat dihubungi sejak siang. Ibu korban kemudian meminta kerabatnya, Agus Sunandar, untuk mengecek kondisi SM di kosnya.

“Sekitar pukul 20.26 WIB, saksi datang dan menggedor pintu kamar korban, namun tidak mendapat jawaban,” ujar Braiel, Kamis (8/1).

Karena pintu kamar terkunci dari dalam, Agus meminta bantuan Dede Rahmat Hidayat, pengelola kos, untuk membuka kamar menggunakan kunci duplikat. Saat pintu terbuka, korban sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan satu botol cairan pembersih lantai dan cairan muntahan di bawah kasur.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meminum cairan pembersih lantai tersebut. Semua temuan masih kami dalami melalui uji laboratorium dan hasil autopsi,” jelas Braiel.

Polisi telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban atas persetujuan keluarga untuk memastikan penyebab kematian. Hingga saat ini, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ada tanda kekerasan. Namun kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian,” kata Braiel.

Braiel menambahkan, kamar kost korban diketahui terkunci dari dalam, dan korban tinggal seorang diri. Polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk diteliti lebih lanjut.

Pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi, mulai dari keluarga korban, pengelola kos, hingga warga sekitar, untuk memastikan tidak ada peristiwa mencurigakan sebelum kejadian.

“Kami masih mendalami semua keterangan dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” pungkasnya (rez)