Berita Bekasi Nomor Satu

Tidur Pagi Setelah Shift Malam, Amankah bagi Kesehatan Tubuh? Ini Penjelasannya

Ilustrasi orang tidur usai bekerja shift. Foto: Freepik

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Bekerja dengan sistem shift malam mengharuskan sebagian karyawan untuk tetap terjaga sepanjang malam. Akibatnya, mereka baru bisa tidur di pagi hari setelah matahari terbit. Kondisi ini sebenarnya tidak menjadi masalah jika hanya terjadi sesekali. 

Namun, bila dilakukan secara terus-menerus, tidur pagi berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) mengungkapkan bahwa terjaga semalaman dan mengganti waktu tidur ke siang hari dapat memicu perubahan pada lebih dari 100 jenis protein dalam darah. 

Perubahan ini berkaitan dengan kadar gula darah, fungsi sistem kekebalan tubuh, hingga metabolisme.

Tidur pagi adalah aktivitas tidur yang dilakukan setelah matahari terbit, umumnya antara pukul 06.00 hingga 12.00 siang. Bagi pekerja shift malam, tidur pagi sering kali menjadi satu-satunya cara untuk beristirahat setelah bekerja semalaman.

Namun, tidur pagi berbeda dengan tidur malam yang merupakan waktu ideal bagi tubuh. Secara alami, tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur kapan tubuh harus tidur dan bangun.

Ritme ini bekerja optimal ketika tubuh beristirahat saat gelap dan beraktivitas saat terang. Oleh karena itu, kebiasaan tidur pagi dapat mengganggu ritme sirkadian dan memicu berbagai masalah kesehatan.

Alasan Seseorang Tidur Pagi

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan seseorang terbiasa tidur di pagi hari, di antaranya:

  1. Kerja shift malam
    Sistem kerja bergiliran, terutama shift malam, memaksa pekerja untuk tidur di pagi hari setelah menyelesaikan tugas.

  2. Gaya hidup
    Kebiasaan begadang, aktivitas sosial di malam hari, atau penggunaan gawai berlebihan dapat membuat seseorang baru tidur saat pagi.

  3. Gangguan tidur
    Kondisi medis seperti insomnia atau sleep apnea juga dapat menyebabkan pola tidur tidak teratur, termasuk tidur pagi.

Baca Juga: 5 Tips Redakan Mual akibat Asam Lambung dengan Cara Sederhana di Rumah

Bahaya Tidur Pagi bagi Kesehatan

Tidur pagi yang dilakukan secara rutin dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Berikut beberapa risikonya:

1. Gangguan kesehatan mental

Tidur di pagi hari secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Hal ini berkaitan dengan terganggunya keseimbangan hormon, seperti melatonin dan kortisol, yang berperan penting dalam pengaturan suasana hati.

2. Penurunan fungsi sistem imun

Proses regenerasi dan penguatan sistem kekebalan tubuh umumnya terjadi saat tidur malam. Jika tubuh lebih sering tidur di pagi hari, proses ini bisa terganggu sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

3. Produktivitas menurun

Tidur pagi biasanya membuat seseorang bangun lebih siang atau bahkan sore hari. Akibatnya, ritme aktivitas harian menjadi berantakan, produktivitas menurun, waktu bersosialisasi berkurang, dan jadwal makan menjadi tidak teratur.

4. Gangguan hormon dan sistem reproduksi

Pola tidur yang tidak teratur dapat mengganggu keseimbangan hormon, termasuk hormon reproduksi. Beberapa studi menunjukkan bahwa pekerja shift malam yang rutin tidur pagi berisiko mengalami gangguan ovulasi, menstruasi tidak teratur, serta penurunan kualitas sperma pada pria.

Tidur Pagi yang Baik Jam Berapa?

Sebenarnya, tidak ada patokan waktu yang bisa disebut sebagai “tidur pagi yang baik”, terutama jika tujuannya untuk menggantikan tidur malam yang kurang. Tubuh manusia pada dasarnya dirancang untuk tidur saat gelap dan bangun saat terang.

Tidur pagi, terlebih setelah matahari terbit, sering kali tidak memberikan kualitas istirahat yang optimal. Ritme sirkadian yang terganggu akibat pola tidur tidak teratur dapat memicu berbagai masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Tips Mengurangi Efek Negatif Tidur Pagi

Jika Anda terpaksa tidur pagi karena pekerjaan atau kondisi tertentu, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi dampak buruknya:

  • Ciptakan lingkungan tidur yang gelap dan tenang, gunakan tirai tebal, penutup mata, dan penyumbat telinga.

  • Jaga suhu kamar tetap sejuk, idealnya antara 18–25 derajat Celsius.

  • Hindari kafein dan alkohol sebelum tidur karena dapat menurunkan kualitas istirahat.

  • Buat rutinitas tidur yang konsisten, usahakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.

  • Mandi air hangat sebelum tidur untuk membantu tubuh lebih rileks.

  • Pertimbangkan suplemen melatonin, namun sebaiknya dengan konsultasi dokter.

  • Dapatkan paparan cahaya matahari setelah bangun tidur untuk membantu mengatur ulang jam biologis tubuh.

Baca Juga: Kulit Glowing Gegara Konsumsi Ini, 7 Manfaat Minum Air Putih

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika masalah tidur berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Sulit tidur atau sering terbangun.

  • Merasa lelah dan tidak segar setelah bangun tidur.

  • Mengantuk berlebihan di siang hari.

  • Sering mengalami sakit kepala atau gangguan pencernaan.

Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan fondasi penting bagi kesehatan. Oleh karena itu, meskipun tidur pagi terkadang tidak bisa dihindari, menjaga pola tidur tetap teratur dan sehat menjadi kunci untuk meminimalkan risikonya. (ce2)