RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polri menggelar panen raya jagung serentak di 36 wilayah di Indonesia pada Kamis (8/1). Kegiatan ini dipusatkan di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Panen raya tersebut merupakan hasil tanam kuartal IV 2025 dengan total estimasi produksi mencapai 743.522 ton jagung.
Di Kabupaten Bekasi, panen dilakukan di lahan seluas 25 hektare yang merupakan binaan Polda Metro Jaya. Dari area tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 100 ton jagung jenis pipilan kering dengan kadar air 14 persen. Lahan yang berada di tengah kawasan industri ini ke depan direncanakan akan diperluas hingga 50 hektare.
Panen raya ini menjadi pembuka dari keseluruhan panen jagung yang akan dilakukan di lahan seluas 47.830 hektare di seluruh Indonesia, dengan estimasi produksi total mencapai 743.522 ton.
Pada hari pertama pelaksanaan, panen serentak dilakukan di lahan seluas 1.191 hektare dengan estimasi hasil produksi antara 4.765 hingga 11.912 ton jagung.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa selama kurang lebih satu tahun terakhir Polri memaksimalkan program swasembada pangan di internal institusi, salahsatunya melalui swasembada jagung.
“Alhamdulillah, kami berusaha untuk mencari lahan yang bisa ditanam dan kami mendapatkan kurang lebih 1,3 juta hektare,” ucap Listyo di lokasi.
Dari total luas lahan tersebut, sekitar 586 ribu hektare telah berhasil ditanami sepanjang 2025. Pada 2026, Polri menargetkan seluruh lahan tersebut dapat ditanami secara optimal. Kontribusi Polri dalam program swasembada pangan nasional ini dilaporkan telah mencapai 3,4 hingga 3,5 juta ton jagung.
Dengan tambahan produksi tersebut, Kapolri berharap swasembada pangan dapat tercapai, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional dan swasta, kebutuhan pakan ternak, cadangan pangan antarwilayah, hingga ekspor.
“Masih ada kurang lebih 700 ribu hektare yang akan kita tanam dan mudah-mudahan bisa selesai 2026, sehingga kemudian 1,3 juta hektare tersebut betul-betul bisa tertanam,” katanya.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Inspektur Jenderal Anwar, menambahkan dalam program swasembada pangan ini Polri melibatkan sedikitnya 527 kelompok tani dengan total 3.616 petani di seluruh Indonesia.
“Polri senantiasa mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya swasembada jagung, melalui Gugus Tugas Polri di bidang ketahanan pangan dengan melaksanakan berbagai kegiatan dan inovasi strategis serta masif dan berkelanjutan,” tutur Anwar.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan dukungan dari berbagai pihak membuat target swasembada pangan dapat dicapai hanya dalam waktu satu tahun. Peningkatan produksi ini juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani lokal.
“Beliau (Kapolri) mensupport sehingga swasembada kita bisa mencapai dalam waktu sesingkat singkatnya, yaitu hanya satu tahun dari target bapak presiden empat tahun,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kontribusi besar Polri di sektor pertanian, karena peningkatan produksi berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta berkontribusi dalam upaya pencegahan kejahatan.
“Atas nama petani Indonesia, ada 1,6 juta ucapkan terima kasih,” tutup Amran. (ris)











