Berita Bekasi Nomor Satu

Banjir Rendam Jalan Arteri, Ratusan Motor Masuk Tol Tarumajaya

MASUK TOL : Sejumlah pengendara sepeda motor memasuki jalan tol melalui Gerbang Tol Tarumajaya, Senin (12/1/2026). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Akibat curah hujan yang tinggi sejak Senin (12/1/2026) dini hari sore, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi tergenang air. Bukan hanya pemukiman, jalan-jalan umum juga terdampak, sehingga tak bisa dilalui.

Seperti yang terjadi di Jalan Marunda Makmur, Tarumajaya. Kurang lebih 270 unit sepeda motor, terpaksa harus masuk jalan tol melalui Gerbang Tol Tarumajaya menuju arah Jakarta pada pagi hari ini. Langkah ini diambil oleh pihak kepolisian sebagai bentuk diskresi khusus untuk memfasilitasi warga yang hendak berangkat kerja.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono mengatakan, bahwa situasi tersebut terjadi karena banyaknya pengendara roda dua yang sudah terlanjur masuk ke area gerbang tol.

Mengingat urgensi masyarakat yang harus menuju tempat kerja, pihak kepolisian memutuskan untuk memberikan izin melintas secara terbatas dan pengawalan.

“Banyak yang mau kerja ke Jakarta, karena mereka sudah terlanjur masuk ke dalam gerbang Tol Tarumajaya, makanya ditahan dulu oleh anggota,” ujar Sugihartono, saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).

Sebelum diberikan akses melintasi jalan tol dari Gerbang Tom Tarumajaya, pihaknya juga berkoordinasi bersama PJR Korlantas (Zebra 05) dan Jasa Marga, guna memastikan keamanan para pengendara roda dua ketika melintasi jalur bebas hambatan tersebut.

“Kami koordinasi dengan Zebra 05 jadi PJR punya Korlantas, karena itu di bawah kendali Korlantas. Setelah itu, koordinasi dengan Jasa Marga. Lalu diizinkan, karena faktor kemanusiaan, kan nggak mungkin mereka mau kerja nggak boleh,” tambahnya.

Agar tidak membahayakan keselamatan, lanjut Sugihartono, ratusan pengendara sepeda motor tersebut tidak dilepas secara bersamaan atau sendirian. Polisi menerapkan sistem gelombang untuk mengumpulkan pengendara sebelum diberangkatkan dengan dikawal depan dan belakang.
Berdasarkan data kepolisian, gelombang pertama yang melintas pada pukul 09.00 WIB berjumlah sekitar 200 motor. Disusul gelombang berikutnya sebanyak 50 motor, dan gelombang terakhir sekitar 20 motor.

Total ada 270 motor yang difasilitasi hingga pukul 11.00 WIB, dengan rute keluar di wilayah Semper, Jakarta Utara. Selama melintas, para pemotor diwajibkan mematuhi aturan ketat, yakni hanya diperbolehkan menggunakan bahu jalan, dan dilarang melintasi jalur utama.
“Jalannya pun mereka hanya dua baris saja di bahu jalan. Kan demi keselamatan, mereka (pengendara motor) harus dipikirkan juga,” ucap Sugihartono.

Saat berita ini ditulis, arus lalu lintas di Gerbang Tol Tarumajaya sudah kembali normal, meski masih terdapat genangan air di Jalan Marunda Makmur.

Ia menegaskan, bahwa kebijakan ini bersifat darurat dan tidak berlaku secara permanen. Pengendara sepeda motor roda dua sudah dilarang kembali masuk ke ruas tol, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Karena aktivitas masyarakat yang mau bekerja sudah tidak padat, sudah dinormalkan kembali. Memang menurut undang-undang, sepeda motor dilarang melintas di jalan tol, tapi karena ini darurat dan demi kemanusiaan, ya sudah dengan sepengetahuan dari Korlantas kami kawal,” tandas Sugihartono. (ris)