Berita Bekasi Nomor Satu

Demi Pacar Toxic, Aurelie Moeremans Rela Bertato dan Gagal Ikut Puteri Indonesia

Potret Aurelie Moeremans. Foto: Instagram @aurelie

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Aurelie Moeremans tengah menjadi sorotan publik setelah merilis sebuah buku berjudul Broken String. Dalam buku tersebut, Aurelie secara terbuka menceritakan pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming yang dialaminya di masa lalu. 

Ia mengaku menjadi korban manipulasi, kontrol, serta hubungan tidak sehat dengan mantan kekasihnya yang berusia hampir dua kali lebih tua darinya.

Usai buku tersebut menarik perhatian luas, sejumlah wawancara lama Aurelie kembali mencuat ke permukaan. Salah satu yang paling menyita perhatian publik adalah pengakuannya mengenai tato di tubuhnya. 

Dalam wawancara tersebut, Aurelie mengungkap bahwa tato tersebut bukan dibuat sepenuhnya atas keinginannya sendiri, melainkan sebagai bentuk paksaan dari sang mantan kekasih.

Kala itu, Aurelie sebenarnya memiliki impian besar untuk mengikuti ajang Puteri Indonesia. Bahkan, mimpi tersebut bukan hanya datang dari dirinya, tetapi juga merupakan harapan sang ibunda yang sejak lama ingin melihat Aurelie melenggang sebagai finalis Puteri Indonesia. 

Namun, mimpi tersebut terpaksa harus dikubur dalam-dalam karena sang kekasih tidak mengizinkannya mengikuti ajang kecantikan tersebut.

“Jadi dulu aku sempat kepikiran mau ikutan Puteri Indonesia. Dan itu mimpinya mama juga dari dulu. Terus pacar aku saat itu nggak mau itu terjadi. Aku bilang, yaudah aku nggak ikutan, tapi dia kayak, ‘no, no, no,’” cerita Aurelie Moeremans, seperti dikutip dari unggahan akun TikTok @berchanda8, Selasa (13/1).

Tak berhenti sampai di situ, Aurelie mengungkap bahwa mantan kekasihnya bahkan meminta dirinya untuk membuat tato agar ia benar-benar tidak bisa mengikuti ajang Puteri Indonesia. Seperti diketahui, salah satu persyaratan dalam ajang tersebut adalah tidak memiliki tato yang terlihat.

“Dia bahkan bilang, ‘kamu mau tato nggak? Biar kamu ada… kayak jadi kalau sudah tato kan nggak bisa ikutan,’” ungkap Aurelie.

Demi menjaga perasaan dan menenangkan sang kekasih, Aurelie akhirnya menuruti permintaan tersebut. Ia rela mengorbankan impiannya demi membuat pasangannya merasa aman dan tidak terancam.

Baca Juga: Link Download Buku Digital Broken Strings Aurelie Moeremans Versi Indonesia & Inggris

“Akhirnya aku tato gara-gara itu, untuk bikin pacar aku percaya aku enggak akan ikutan. Aku emang suka tato juga, cuma alasan utamanya itu sebenarnya bodoh banget. Itu semua cuma untuk ngejaga perasaan dan mentalnya pacar aku,” tuturnya dengan jujur.

Pengakuan serupa juga pernah disampaikan Aurelie melalui akun Instagram pribadinya. Ia tak menampik bahwa keputusan membuat tato tersebut dilandasi sikap “bucin” dan keterikatannya dalam hubungan yang toxic.

“Jadi waktu itu aku umur 18 tahun, aku punya pasangan yang toxic banget waktu itu. Terus aku habis syuting talkshow gitu. Di talkshow aku kayak pamer bisa lima bahasa. Gara-gara itu banyak yang nyuruh aku ikutan Puteri Indonesia,” cerita Aurelie dalam sebuah video yang diunggah di Instagram.

“Singkat cerita pacar aku saat itu nggak suka, nggak ngebolehin pokoknya. Saking dia takut aku ikutan, dia suruh aku tato. Terus aku kayak ngebucin, akhirnya ya udah aku tato biar kamu tenang,” sambungnya.

Lewat buku Broken String, Aurelie berharap kisahnya dapat membuka mata banyak orang mengenai bahaya hubungan yang penuh manipulasi, khususnya yang melibatkan child grooming. Ia juga ingin memberikan kekuatan bagi para korban agar berani bersuara dan keluar dari hubungan yang merugikan diri sendiri.(ce2)