Berita Bekasi Nomor Satu

Sosok Bobby di Broken Strings Diduga Teror Hesti Purwadinata, Bukti Chat Beredar!

Bukti chat diduga Bobby dalam pelaku di Broken Strings teror Hesti dan suami. Foto: Instagram dan TikTok

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Perbincangan publik mengenai sosok Bobby, figur yang disebut sebagai pelaku dalam memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans, hingga kini masih terus bergulir dan memicu perhatian luas. 

Memoar tersebut sebelumnya mengungkap kisah kelam yang dialami Aurelie semasa kecil, di mana ia mengaku menjadi korban child grooming oleh seorang pria dewasa yang dalam bukunya disamarkan dengan nama Bobby.

Pengakuan tersebut menuai simpati sekaligus keprihatinan publik. Banyak pihak memberikan dukungan kepada Aurelie atas keberaniannya membuka luka lama melalui karya tulis. Namun, di tengah gelombang empati tersebut, kontroversi baru justru muncul dan membawa kisah dalam memoar itu ke ranah dunia nyata.

Sosok Bobby yang selama ini hanya dikenal melalui narasi buku kini dikabarkan kembali muncul. Tak hanya itu, ia disebut-sebut melakukan tindakan yang dianggap sebagai teror terhadap pihak-pihak yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Aurelie. Salah satu figur publik yang mengaku mengalaminya adalah Hesti Purwadinata.

Teror tersebut bermula dari unggahan Hesti di media sosial yang berisi dukungan moral kepada Aurelie Moeremans. Dalam tulisannya, Hesti menyinggung bahwa pelaku yang disamarkan sebagai Bobby masih bebas berkeliaran, sebuah kondisi yang menurutnya menimbulkan kekhawatiran, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi para pendukung yang bersuara.

Unggahan tersebut rupanya memicu reaksi dari pihak yang diduga sebagai Bobby. Hesti kemudian membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berisi pesan ancaman dari sosok tersebut. Dalam pesan yang diunggah, Bobby terlihat menghubungi suami Hesti dengan nada yang terkesan menekan, sembari meminta tanggapan dalam waktu tertentu.

“Gue tunggu feedbacknya yah bro, gue lewat elu karena gue masih respect sama lu sebagai suami Hesti dan gue kenal elu juga, tolong feedbacknya,” tulis Bobby dalam pesan tersebut.

Tak berhenti di situ, pesan lanjutan bernada ancaman juga turut ditampilkan. Bobby menyebut telah berusaha menghubungi Hesti dan suaminya, serta memberikan tenggat waktu 1×24 jam untuk merespons. Ia bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum apabila tidak mendapatkan tanggapan.

Baca Juga: Jule Bongkar Kelakuan Na Daehoon Suka KDRT di Tengah Isu Perselingkuhan

“Oke Do gue udah berusaha menjangkau kalian berdua yah, tapi keliatannya memang tidak direspons. Gue tunggu 1×24 jam ya bro, kalau memang tidak ada respons, jadi gue tahu musti menempuh jalur hukum apabila diperlukan,” demikian isi pesan lanjutan tersebut.

Peristiwa ini menambah dinamika baru dalam polemik seputar Broken Strings. Kisah yang awalnya hadir sebagai memoar personal tentang trauma masa lalu kini berkembang menjadi konflik terbuka yang berdampak pada orang-orang di sekitar korban, termasuk mereka yang berusaha memberikan dukungan secara terbuka.

Publik pun kembali menyoroti kasus ini dengan berbagai pertanyaan, mulai dari keamanan para pendukung Aurelie hingga langkah hukum apa yang akan diambil oleh pihak-pihak terkait. 

Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa trauma masa lalu yang diungkap ke publik dapat memunculkan konsekuensi nyata, baik bagi korban maupun lingkaran pendukungnya.

Hingga kini, perhatian masyarakat masih tertuju pada perkembangan selanjutnya, sembari menunggu kejelasan hukum dan perlindungan yang memadai bagi mereka yang terdampak oleh konflik ini. (ce2)